AmboinaPendapat

Dari Salon ke Ruang Kelas: Perjuangan Transpuan di Ambon Menemukan Ruang Hidup

Pengalaman itu, menurut sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon (AMSA), Dr. Manaf Tubaka, menjadi salah satu modal sosial masyarakat setelah konflik.

Ingatan tentang penderitaan bersama dapat membuat warga lebih peka terhadap informasi yang berpotensi memecah belah. Rumor, hoaks, dan provokasi berbasis identitas, menurut Manaf, tidak lagi mudah diterima begitu saja seperti sebelumnya.

Pandangan serupa disampaikan tokoh Gereja Protestan Maluku, Pdt. Ruth Saiya. Menurut dia, warga pascakonflik justru memiliki pengalaman yang membuat mereka lebih cepat mengenali bahaya sebuah informasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

Orang-orang tua yang mengalami langsung konflik sering menjadi pihak pertama yang meluruskan informasi ketika isu sensitif mulai beredar. Tetapi ketahanan sosial Ambon, kata Ruth, tidak hanya terletak pada kemampuan masyarakat meredam konflik. Ada sesuatu yang lebih mendasar: cara masyarakat memahami persaudaraan.

“Saat kita duduk bersama dan berbincang dengan siapa pun di kota ini, kita akan selalu berusaha mencari titik temu sampai akhirnya kita saling terhubung dan merasa bahwa katong ini adalah orang basudara,” kata Ruth.

kerentanan sosial
Salah satu sudut Kota Ambon.(Foto: Dok. pariwisataindonesia.id)

Orang basudara, dalam pengertian itu, bukan semata-mata orang yang memiliki hubungan darah. Persaudaraan dibangun melalui perjumpaan. Ia juga tidak berhenti pada kesamaan agama atau suku.

Dalam perspektif Kristen, Ruth mengaitkannya dengan kisah Orang Samaria yang Murah Hati, ukuran sesama manusia tidak ditentukan oleh label identitas, melainkan oleh kesediaan menolong orang yang sedang membutuhkan.

Pandangan tentang martabat manusia juga memiliki pijakan dalam tradisi Islam. Dosen Pemikiran Politik Islam UIN AMSA, Dr. Saidin Ernas, saat ditemui Rabu, 22 Juli 2026, menyebut konsep karamah al-insan sebagai salah satu fondasi penting dalam ajaran Islam.

“Allah SWT telah secara eksplisit menyatakan dalam Al-Quran bahwa Dia telah memuliakan seluruh anak cucu Adam,” katanya.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Next page

Berita Serupa

Back to top button