Amboina

Akhirnya Wakil Ketua DPRD Kota “Talucu” di Trotoar Ambon City of Music

potretmaluku.id – Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono, akhirnya menjadi orang kesekian yang “talucu” (terpeleset) di trotoar bertuliskan Ambon City of Music, yang sementara dibangun pada sejumlah ruas jalan di kota ini.

“Kalau saja saya tidak menopang tubuh dengan tangan, mungkin kepala saya sudah terbentur ke trotoar itu,” ujar Rustam kepada potretmaluku.id, Minggu (21/3/2021).

Kejadian yang dialami Rustam tersebut, kata dia, terjadi Sabtu (20/3/2021) pada trotoar di kawasan Mardika, persis di depan salah satu minimarket retail waralaba di situ.

Rustam menepis keterangan Sekertaris Dinas PUPR Maluku, Afandy Hasanusi, yang disiarkan sejumlah media, Selasa (16/3), yang menyebutkan bahwa material untuk pembuatan trotoar baru di kawasan Pusat Kota Ambon bukan keramik atau tegel biasa, bahannya anti slip.

“Secara kasat mata saja saya bisa lihat itu bukan tegel granit yang anti slip. Tegel granit itu rata-rata fisiknya lebih tebal dari tegel yang digunakan sekarang. Lalu kalau saja teksturnya kasar, mungkin bisa lah. Ini teksturnya licin. Jadi bagaimana mau minta masyarakat tidak perlu khawatir, sementara sudah banyak kejadian warga terpeleset di trotoar yang sementara dibangun itu,” papar Rustam.

Dia mengakui sudah banyak warga Kota Ambon yang mengeluhkan tegel tersebut, lantaran sudah banyak yang terpeleset atau jatuh, namun pengerjaan trotoar menggunakan material tegel tersebut masih terus dilaksanakan.

Menurut Rustam, pihaknya di DPRD Kota Ambon, hanya bisa menampung keluhan warga dan mencoba mengomunikasikannya dengan koleganya di DPRD Provinsi Maluku.

“Sebab itu proyek provinsi, jadi ranah pengawasannya berada di DPRD Provinsi Maluku. Saya sudah coba hubungi beberapa teman di DPRD Provinsi dan menanyakan pengawasan mereka terhadap proyek trotoar itu sampai di mana? Jangan sampai proyeknya milik provinsi tapi yang jadi korban warga kami di Kota Ambon,” tutur Rustam.

Dia juga menyebutkan, trotoar yang digunakan saat ini terlihat sangat ringkih. Sebab beberapa bagiannya, seperti yang ditemui Rustam di kawasan Mardika ini, sudah pecah-pecah dilindasi sepeda motor yang akan parkir pada areal parkir minimarket yang ada.

Selain masalah trotoar yang dikeluhkan licin, pengamatan potretmaluku.id juga menunjukkan bahwa trotoar yang ada tidak ramah disabilitas, bahkan cenderung membahayakan. Ini jauh berbeda dengan trotoar sebelumnya yang dibangun Pemerintah Kota Ambon.

Sebab salah satu tampilan yang terlihat berbeda di jalanan umum, terutama di trotoar sendiri adalah untuk fasilitas penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut memang khusus diberikan untuk mereka yang memiliki kekurangan agar dapat menikmati suasana di tempat itu sendiri atau lebih mudah dalam mengakses jalan trotoar.

Informasi yang potretmaluku.id dapatkkan, Pada dasarnya guiding block ini merupakan keramik ataupun ubin yang mempunyai desain khusus seperti garis lurus dan bulatan–bulatan yang sengaja diperuntukkan untuk membantu mengarahkan para pejalan kaki yang mempunyai kebutuhan khusus, terlebih untuk penyandang tunanetra.

Namun berbeda dengan peruntukannya, hasil pengamatan potretmaluku.id pada beberapa titik proyek trotoar kawasan Pusat Kota Ambon ini, justru guiding block untuk disabilitas itu dipasang pada bagian tepi, bukan di bagian tengah trotoar. Bahkan ada yang mengarah dan berhenti pada lubang got atau pohon yang sudah ada pada badan trotoar tersebut.(PM-05)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Satu Komentar

  1. Biasanya tegel licin tu akang cuma par di rumah, herannya akang su pindah di trotoar. Ini yg biking org talucu ni orangnya lucu2 kaapa ee., atau jang2 akang pung harga labe murah kaapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button