Akhir-akhir ini, kota-kota anggota UCCN selaras dengan SDG 11 melakukan upaya untuk memperkuat ketahanan dalam menghadapi krisis multifaset, seperti pandemic COVID-19. Terbukti bahwa, dalam konteks yang sebagian besar tidak pernah disangka sebelumnya bahwa kota-kota UCCN telah berkembang pesat dan memberikan solusi dimana kreativitas telah digunakan untuk menerapkan solusi yang cepat dan efektif.
Kota –kota kreatif berbasis desain seperti Bilbao, Braga, Curitiba dan Turin, bersama para desainernya, telah mengembangkan berbagai solusi perlindungan virus untuk warga dan tenaga kesehatan.
Misalnya, Kota Bilbao memanfaatkan potensi desainnya untuk memproduksi peralatan perlindungan kesehatan pandemi COVID-19 dalam kerangka menghadapi dan menantang inisiatif virus corona.
Di pusat produksi artistik BilbaoArte, para profesional dari berbagai latar belakang, termasuk desain dan teknik, memanfaatkan budaya dan kreativitas untuk menciptakan pribadi peralatan pelindung (masker, pelindung wajah dan respirator) yang diperuntukkan bagi rumah sakit.
Kota-kota anggota juga memilikinya fokus pada mitigasi dampak pembatasan sosial. Misalnya, Kota Edinburgh menciptakan sistem pengiriman buku untuk anak-anak yang menderita isolasi setelahnya tertular virus.
Secara paralel, kota-kota mengambil tindakan untuk mengatasi hal tersebut mendukung sektor kreatif, yang khususnya terdampak oleh pembatasan yang diterapkan untuk membendung virus.
Kota Bangkok menyediakan ruang publik bagi seniman lokal untuk mendekorasi atau digunakan sebagai ruang kreatif, sedangkan Melbourne mendukung penulis dan penyair dengan menugaskan puisi yang kemudian diterbitkan dalam buletin mingguan.
Akhirnya, contoh Viborg dan Wuhan menggambarkan bagaimana pemerintah kota berkolaborasi dengan dunia kreatif sektor untuk mengedarkan informasi publik yang terverifikasi terkait sanitasi dan jarak sosial dengan memanfaatkan kekuatan animasi video dan desain grafis (Edinburgh, MMR 2020; UNESCO Creative Cities’ Response to COVID-19 (Paris, France: UNESCO, 2020).
Ambon City of Music membutuhkan komitmen semua pihak terutama aktor utama pemerintah kota Ambon untuk melaksanakan komitmen branding Ambon City of Music yang sudah ada dan menjadi peluang besar seperti kota-kota UCCN lainnya.
SDG 11 menjadi fokus utama untuk pencapaian Pembangunan Berkelanjutan dengan berbagai target dan indikator yang terus dibangun Ambon Music Office (AMO) namun masih terus membutuhkan sinergitas antara semua aktor penta-helix maupun hexa-helix.
Lakukan yang terbaik hari ini bukan hanya untuk masa kini namun juga untuk masa yang akan datang untuk generasi dan peradaban.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



