Umasugi Sosok Birokrat Pemikir Raih Doktor Ilmu Hukum

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA (Staf Dosen Fisipol, Universitas Pattimura)
“Ilmu pengetahuan memiliki tiga tingkatan opini, sains, pencerahan. Instrumen tingkatan pertama menggunakan indra; kedua menggunakan dialektika; dan ketiga menggunakan intuisi.” Qoutes ini merupakan pendapat filosofi dari Plotinus (205-270 M), seorang filsuf Romawi, yang mendirikan Mazhab Neo-Platonisme.
Filsuf yang terkenal melalui karyanya berjudul : “Enneadeis” tersebut menjadikan pemikiran Plato sebagai inspirasi utamanya.
Salah satu diksi pada qutes itu, yang relevan dengan disertasi karya Achdjam Syahfan Umasugi, yang biasa disapa Ifan Umasugi yakni, pencerahan. Pasalnya dengan ilmu pengetahuan (science) melalui karya disertasinya di perguruan tinggi (PT) itu, dapat mencerahkan khalayak.
*
Figur Achdjam Syahfan Umasugi, populer dengan sapaan Ifan Umasugi, merupakan sosok yang dikenal sebagai seorang birokrat pemikir (thinking bureaucrat) di mata khalayak Kota Ambon dan Kota Namlea.
Pemikiran personalnya relevan dengan elite, midlle class, massa, etnis, partai politik, pemilu nasional-lokal, birokrasi, pelabelan state, dan norma hukum terkait event politik, banyak menghiasi media massa cetak dan on line di Maluku sedari dulu hingga kini.
Pada Kamis (16/04/2024) lalu, bertempat di aula lantai 3 gedung Pasca Sarjana, Universitas Pattimura-Poka, aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada zamannya tersebut, sukses meraih gelar Doktor Ilmu Hukum pada Program Pasca Sarjana (S3) Ilmu Hukum, Universitas Pattimura (Unpatti), dengan predikat nilai sangat memuaskan, yang diberikan para tim penguji internal dan eksternal.
Pria berdarah Sula (Sanana) Maluku Utara tersebut, mengusung judul disertasi : “Politik Identitas Dalam Sistem Pemilihan Umum Kepala Daerah di Negara Hukum yang Demokratis.”
Suatu tema disertasi Ilmu Hukum, yang masih memiliki korelasi dengan basis Ilmu Politik (Political Science) nya pada jenjang magister (S2), yang diperoleh pada Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Hal Ini menunjukan kecerdasannya, dalam menghasilkan kebaruan (novelty), dengan mengintegrasikan berbagai disiplin Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science) dalam disertasinya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



