Mereka Bilang Kami Belum Beragama: Agama Orang Huaulu dalam Lanskap Sosio-Religius dan Politik Indonesia
PENDAPAT
Sayangnya, praktik praktik tersebut dianggap sebagai kebenaran oleh agamawan. Dalam konteks ini, klaim kebenaran agama menjadi problematis. Padahal, hubungan yang resiprokal dengan penganut agama leluhur justru dapat memperluas wacana pluralisme agama, mengingat selama ini agama-agama sering terpenjara dalam wacana pluralisme enam agama.
Dalam konteks Huaulu, hubungan yang resiprokal itu saya sebut sebagai correlational intersubjectivity (Paais, 2023). Gagasan ini terinspirasi dari Paul Knitter (2013) dan Samsul Maarif (2019). Knitter menegaskan korelasi antara satu agama dengan agama lain demi tanggung jawab global (global responsibility), dan Maarif menginterpretasi hubungan penganut agama leluhur dengan kosmik sebagai hubungan antar-subjek (intersubject).
Knitter dan Maarif berada pada dimensi yang sama: menolak dominasi dan mengupayakan hubungan yang egaliter. Atas alasan inilah wacana hubungan antaragama semestinya diperluas.
Pada akhirnya, dekolonisasi dan rekognisi agama leluhur adalah dua hal yang saling berkelindan serta signifikan dalam upaya membongkar konstruksi dominatif dan menciptakan hubungan antaragama yang intersubjektif. Menjadi penganut agama leluhur adalah hak asasi setiap manusia yang tidak boleh dicederai oleh siapapun.(*)
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, T. (2021). Being Friend With “Lati”: Engaging Non-Human Person in the Dayango of Gorontalo. Gadjah Mada University.
Aritonang, J. S., & Steenbrink, K. (2008). History of Christianity in Indonesia. Brill.
Bartels, D. (2017a). Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku: Muslim-Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah (Jilid I: Kebudayaan). Kepustakaan Populer Gramedia.
Bartels, D. (2017b). Di Bawah Naungan Gunung Nunusaku: Muslim Kristen Hidup Berdampingan di Maluku Tengah (Jilid II: Sejarah). Kepustakaan Populer Gramedia.
Deta, K. U. (2022). From Profanization to the Art of Weaving an Ecologically-Engaged Religious Freedom : Engaging the Indigenous within Human Rights Framework. Gadjah Mada University.
Ellen, R. (2015). Pragmatism, Identity, and the State How the Nuaulu of Seram have Reinvented Their Beliefs and Practices as “Religion.” Wacana, 15(2), 254. https://doi.org/10.17510/wacana.v15i2.403
End, T. van den. (1999). Ragi Carita 1. BPK Gunung Mulia.
Hukmi, R. (2021). The Ontological Status of Religion and Its Significance for Religious Freedom. Antinomi Press.
Knitter, P. (2013). Interreligious Dialogue and Social Action. In Companion to Inter-Religious Dialogue. Wiley Blacwell.
Maarif, S. (2017). Pasang Surut Rekognisi Agama Leluhur dalam Politik Agama di Indonesia. CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies).
Maarif, S. (2019). Indigenous Religion Paradigm: Re-interpreting Religious Practices of Indigenous People. Studies in Philosophy, 44.
Masuzawa, T. (2005). The Invention of World Religions. University of Chicago Press.
Mignolo, W. D. (2000). Local Histories/Global Designs: Coloniality, Subaltern Knowledges, and Border Thinking. Princeton Unversity Press.
Mignolo, W. D. (2019). The Darker Side of Western Modernity: Global Futures, Decolonial Options. Duke University Press. https://doi.org/10.3167/proj.2019.130203
Paais, V. R. (2022a). Antara Eksklusif dan Pluralis: Rekonstruksi Narasi Kekristenan atas Agama Leluhur. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 4(1), 1–18. https://doi.org/10.37429/arumbae.v4i1.736
Paais, V. R. (2022b). Konversi Agama dalam Tarik Ulur Universalitas dan Relativitas HAM. https://crcs.ugm.ac.id/konversi-agama-dalam-tarik-ulur-universalitas-dan-relativitas-ham/
Paais, V. R. (2022c). Menelisik Relasi Gereja dan Agama Leluhur di Indonesia. Center for Religious and Cross-Cultural Studies. https://crcs.ugm.ac.id/menelisik-relasi-gereja-dan-agama-leluhur-di-indonesia/
Paais, V. R. (2023). Beyond World Interreligious Dialogue: The Engagement between Indigenous Religion and Christianity in Huaulu, Eastern Indonesia. Gadjah Mada University.
Patty, A. (2019). Posisi Gereja-Gereja Terhadap Masyarakat Adat. In Masyarakat Adat: Pengakuan Kembali, Indentitas dan Keindonesiaan. BPK Gunung Mulia.
Peelman, A. (2013). Native American Spirituality and Christianity. In The Wiley-Blackwell Companion to Inter-Religious Dialogue. Wiley-Blackwell.
Saptenno, K. (2021). Linguistic Hospitality: Welcoming Indigenous Religions into Interreligious Dialogue. Ecumenical Review, 73(5), 723–734. https://doi.org/10.1111/erev.12656
Sharma, A. (2011). Problematizing Religious Freedom: Studies in Global Justice (Issue Book, Whole).
Tylor, E. B. (1871). Primitive Culture: Researches into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Art, and Custom.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



