Contoh; bila si komando mengatakan “kapujeret” maka peserta pria mengambil peserta wanita lain di depannya. Hal itu dilakukan sampai peserta pria menemukan pasangan wanita awalnya.
Bila si komando memberikan aba-aba untuk para musisi memainkan lagu waltz lapuket, maka peserta (pria maupun wanita) boleh mengambil pasangan dari penonton untuk berdansa.
Bahasa dalam komando dansa katreji bercampur, yaitu; bahasa Belanda, bahasa Perancis juga Portugis. Misal kata madame (Perancis) – Indonesia (nyonya). Balance (Belanda) – keseimbangan (Indonesia). Kata itu sering digunakan oleh si komando untuk memimpin dansa katreji.
De Quadrille dimainkan minimal oleh empat pasang. Selebihnya tak terbatas atau disesuaikan dengan seberapa luas ruang yang digunakan, dan seberapa banyak peserta, jumlahnya harus genap.
Apabila terdapat dua puluh pasangan, maka pada fase tertentu, si komando akan membagi menjadi dua kelompok/group, yakni; 10 pasang dinamakan kelompok savi dan 10 pasang lain disebut kelompok contra party. Saat kelompok savi dansa, maka kelompok contra party istirahat sambil berdiri (tidak boleh duduk), begitu pun sebaliknya.
Dansa katreji ini bisa dipastikan merupakan hasil akulturasi bangsa-bangsa dari semenanjung Iberia (Portugis, Perancis dan Spanyol) dengan masyarakat Ambon.
Akulturasi adalah sebuah fenomena kebudayaan umat manusia. Pertemuan dua budaya lalu membentuk budaya baru telah ada semenjak adanya manusia.
Budaya Eropa (Barat) yang diwariskan kepada kelompok masyarakat Hatalai (Timur) telah menghasilkan panorama kebudayaan manusia.
Dansa katreji mengandung berbagai nilai humanisme yang dapat ditelaah dan digunakan dalam proses perjalanan hidup manusia Ambon terkini.
Adanya kepatuhan peserta dansa katreji kepada si komando merupakan sebuah sifat manusia yang hakiki. Perjalanan kehidupan manusia – semua orang mesti patuh pada kaidah, norma kemanusiaan yang dituangkan dalam berbagai undang-undang, atau pun peraturan-peraturan yang dibuat, untuk proses interaksi manusia dengan sesama, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan makhluk hidup lainnya.
Apabila aturan atau norma dilanggar oleh seseorang atau sekelompok orang, maka akan terjadi cheos. Si komando terlibat dalam dansa katreji adalah sebuah simbol bahwa seorang pemimpin seharusnya berada di setiap problematik kehidupan yang dipimpin, agar konflik-konflik yang terjadi di grass road dapat diselesaikan secara manusiawi.
Apabila seorang pemimpin hanya duduk di takhtanya, tanpa menelusuri pergumulan bawahan, akan terjadi miss komunikasi yang berakibat fatal, yakni kesenjangan sosial, politik, ekonomi, budaya dan di segala bidang lainnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



