Pendapat

Catatan Pinggir Dansa KATREJI

PENDAPAT

Marga Alfons di dusun Tuni mengembangkan dansa katreji sejak band Tangkai Melati yang dipimpin oleh almarhum Lodewyk Alfons (tahun 1960an), dan Haunesa Katreji Band yang dipimpin oleh Carlos Alfons (saat ini) telah mempertahankan eksistensi de Quadrille, dan sering diundang oleh negeri-negeri di daerah pegunungan juga daerah pesisir pulau Ambon bahkan event Nasional untuk berkatreji.

Mengapa Negeri Hatalai menjadi fokus dansa katreji? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan bukti bahwa di Negeri Hatalai terdapat banyak family clan  dari Eropa, yakni; Alfons (Alfonso), Parera (Parriera), Gomis (Gomes), Paais, Loppies (Loppes), de Fretes (de Fraites) dan lain-lain.

Marga yang dapat disebut asli di Negeri Hatalai hanya dua, yakni; Pattiruhu/Putturuhu dan Salamena. Marga Putturuhu adalah marga Pattiruhu yang telah hijrah dari Negeri Hatalai.

Uraian di atas memberi hipotesis subjektif bahwa, para sending dari Eropa mengabarkan Injil sampai ke Negeri Hatalai. Selain sistem family clan, bangsa Eropa juga meninggalkan keseniannya, yakni; dansa de Quadrille, tari orlafey, dansa; polka, krois polka, karabiana, akatencis, ola-ola dan waltz.

Berbagai jenis dansa itu adalah tradisi musik barat, bermetrik/sukat 2/4 dengan tempo mars dan sukat ¾, 6/8 dalam tempo waltz.

Pemanfaatan tangga nada diatonik pun dijumpai pada semua lagu yang mengiringi dansa; katreji, polka, krois polka, karabiana, akatencis, ola-ola dan waltz  serta tari orlafey.

Musik; katreji, orlafey, volka, krois volka, karabiana, akatencis, ola-ola dan waltz memiliki lagu yang berbeda artinya masing-masing dansa itu memiliki melodi, ritme dan harmoni tersendiri sesuai peruntukan dansanya.

Lagu-lagu seperti sayang kane, ola bapa ya, burung tantina, bukanlah lagu untuk mengiringi dansa katreji. Artinya, tidak semua lagu yang bermetrik 2 (mars) dan 3 (waltz) dapat mengiringi dansa katreji.

Instrumen musik yang mengiringi dansa katreji yakni; suling bambu dan violin (sebagai pembawa melodi), gitar bass (sebagai fondasi pembentukan harmoni), jukulele dan gitar (rhytem saction – memainkan teknik rasquado) dan tifa (pembentuk ritme).

Elemen-elemen musikal itu adalah sebuah bukti bahwa musik pengiring dansa katreji berakar pada musik barat (musikologi) yang memiliki tiga elemen dasar musikal, yakni; ritme, melodi dan harmoni. Kenyataan itu pula mengindikasikan bahwa penyebaran musik Barat (musikologi) di daerah Pulau Ambon, di mulai dari Negeri Hatalai.

Dansa katreji dipimpin oleh seseorang yang disebut komando. Pemimpin katreji/komando berjenis kelamin laki-laki. Si komandolah yang mengatur semua pola lantai juga jumlah pasangan.

Sebagai pemimpin, si komando ikut serta dalam dansa katreji sambil mengendalikan proses dansa katreji. Pola lantai diatur oleh si komando karena dia menghafal semua pola lantai beserta kata dan kalimat, lalu disampaikan yang oleh peserta mengerti untuk membuat perubahan pola lantai.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6Next page

Berita Serupa

Back to top button