Dansa katreji telah menjadi kekayaan budaya bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang di Negeri Hatalai – Ambon UNESCO City of Music. Tentunya harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan seni pertunjukan kekinian.
Bila secara tradisi dilakukan di sabuah (sebutan tenda yang dibangun di dalam kintal – pekarangan yang luas untuk hajatan tertentu) dan hanya menggunakan lampu seadanya, maka pengembangan dansa katreji harus menyesuaikan diri dengan kaidah-kaidah dalam seni pertunjukan.
Keterbatasan waktu, keterbatasan ruang, penggunaan lighting, sound system dan semua elemen dalam managemen performing art adalah tantangan dalam pengembangan dansa katreji atau seni tradisi lainnya.
Kreativitas koreografer dalam pengolahan gerak dan pengaturan pola lantai – aransemen musik kreatif merupakan hal yang penting juga, bila dansa katreji dikembangkan dalam seni pertunjukan. Namun tidak boleh menghilangkan idiom dasar dansa katreji.
Contoh, sebuah tari berjudul hotu (koreografer – Gilbert Lawalata, aransemen musik oleh Haunesa Katreji Band), bertumpu pada idiom dansa katreji (tari dan musik), krois polka, akatencis dan lainnya, telah menyesuaikan diri dengan seni pertunjukan, ditampilkan pada Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Taman Budaya Bandung pada Agustus tahun 2023.
Karya tari Hotu telah memberikan cakrawala baru dalam dansa katreji karena sang koreografer paham tentang bagaimana sebuah tari tradisi digarap sesuai dengan kaidah-kaidah performing art. Apabila suatu karya seni tradisi tampil secara orisinal (apa adanya, tulen, asli) di atas panggung maka akan terjadi “kematian” estetik pada seni tradisi itu.
Karena seni tradisi hidup pada masyarakat tradisional yang sarat dengan nilai-nilai tradisi pula. Bayangkan, bila seekor ikan yang habitatnya di laut, kita ambil dan taruh di sungai, maka ikan itu akan mati karena dipaksakan hidup di luar habitatnya.
Bila diamati pengelolaan gerak tari hotu, penataan pola lantai yang disesuaikan dengan musik, penggunaan lighting juga pemanfaatan latar belakang yang menginformasikan sedikit hal tentang Maluku terkini, telah memberikan apresiasi kepada audiens tentang kebudayaan, alam, pembangunan di Provinsi Maluku.
Artinya, ranah performing art menjadi ruang multidimensi untuk seseorang atau sekelompok orang mengaktualisasikan ide-ide kreatifnya.
Seni pertunjukan terkini dapat dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang pembangunan kebudayaan kesenian suatu komunitas masyarakat kepada orang lain. Apalagi kebudayaan Indonesia sangat beragam dan memiliki berbagai hal spesifik, tersebar dari Merauke sampai ke Sabang.
Tak dapat dipungkiri bahwa untuk memahami luasnya kebudayaan, kesenian di Indonesia seseorang tidak hanya membaca dan memahami peta Indonesia semata.
Namun, mengapresiasi seni pertunjukan yang ditampilkan secara baik dan benar, maka akan memberi cakrawala kepada penikmat tentang beragam kebudayaan, kesenian Indonesia.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



