AmboinaKesehatan

Oma Ete Akhirnya Lega Sudah Divaksin, Sempat Khawatir Dengar Berita Warga Meninggal Setelah Vaksinasi

AMBON – Meski sudah terhitung lanjut usia, namun Enggelina Verhagen (73) selalu update informasi terkini, via aplikasi Youtube yang ada pada smartphone-nya. Sayangnya informasi yang tersaji di kanal Youtube, selain infotainment atau informasi sinetron kegemarannya, serta berita kondisi terkini di tanah air terutama soal perkembangan pandemi Covid-19, tak jarang banyak hoax juga yang memenuhi internet yang diaksesnya.

Itu sebabnya, lansia kediaman Desa Passo, Kota Ambon, yang akrab disapa Oma Ete ini, terkadang was-was juga terkait informasi vaksinasi. Padahal ketika itu, di bulan Maret lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, disebut Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, berharap pada akhir April 2021, sudah bisa mampu melakukan vaksinasi pada 8.300 warga lanjut usia (lansia). Artinya mereka yang dapat prioritas vaksin itu termasuk dirinya, batin Oma Ete.

“Padahal saya dengar cerita, katanya ada orang yang meninggal setelah divaksin. Tapi setelah nonton berita-berita, ternyata orang yang meninggal itu bukan karena suntikan vaksin,” ujar Om Ete, kepada potretmaluku.id, Kamis (29/7/2021), soal kekhawatirannya di awal-awal informasi soal vaksinasi ini.

Namun belakangan, kata Oma Ete, dia banyak juga dapat informasi bahwa vaksinasi yang sedang digalakan pemerintah, sebenarnya dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. “Meningkatkan imunitas tubuh kita. Sehingga kita tidak mudah terserang virus yang mematikan ini. Jangan takut karena vaksin ini aman,” tuturnya, mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy pada salah satu berita media siber di Maluku.

Begitu juga beberapa testimoni warga yang disampaikan lewat kanal Youtube, yang intinya menginformasikan bahwa mereka yang divaksin, jika terpapar Covid-19, maka proses pemulihannya lebih lama ketimbang warga yang belum divaksin.

Karena informasi itu pula, ketika suatu pagi Om Ete, membeli sarapan nasi kuning di pedagang dekat tempat tinggalnya, dia langsung bersemangat saat diinformasikan bahwa akan ada vaksinasi di kawasan Passo. Sayangnya ketika dicek lebih lanjut, didapatkan info bahwa stok vaksin habis, sehingga program vaksinasinya selesai.

Namun keinginan Oma Ete untuk divaksin tidak surut. Dia selalu mencari informasi di mana ada penyelenggaraan vaksinasi secara gratis. Dan dia akhirnya mendapatkan info, bahwa ada program vaksinasi gratis oleh RS Bhayangkara Polda Maluku. Tapi karena mereka memberlakukan sistem bergilir ganjil genap berdasarkan tahun kelahiran, sementara hari itu giliran tahun ganjil dan tahun kelahiran Oma Ete genap, jadinya keesokan harinya baru dia bisa divaksin.

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIT. Om Ete sudah siap menuju Lapangan Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon. Di sini, Polda Maluku melalui tenaga kesehatan dari RS Bhayangkara, menggelar vaksinasi Covid-19 secara gratis kepada warga yang datang ke situ, dan dilayani di Gerai Vaksinasi Presisi.

Tiba lokasi Lapangan Tantui pukul 08.00 WIT, Oma Ete ikut antri bersama warga lainnya. Bersama ratusan warga lainnya yang akan divaksin, mereka harus melalui tahapan verifikasi data, tensi, dan screening. Akhirnya tiba giliran Oma Ete untuk disuntik vaksin oleh petugas yang ada. Setelah menerima penyuntikan, dia dan warga lainnya diminta menunggu selama kurang lebih 30 menit untuk observasi paska divaksin. Ketika dipastikan tidak ada gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin, Oma Ete selanjutnya diambil datanya dan diberikan kartu vaksin.

“Waktu disuntik saya tidak merasakan sakit apa-apa. Yang pasti sudah lega karena sudah divaksin dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh saya yang sudah lansia ini. Tadi pesan para petugasnya, meski sudah divaksin, tapi kita tetap wajib menjalankan protokol kesehatan, agar tidak mudah terkena Covid-19,” ungkap Oma Ete sambil tersenyum di balik maskernya, dan melangkah pulang.

Kepada potretmaluku.id, Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat mengatakan, hari ini, Kamis (29/7/2021), ada sebanyak 519 orang warga yang divaksin pada Gerai Vaksinasi Presisi, Lapangan Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon. Jenis vaksin yang digunakan yaitu Sinovac dan Astrazeneca.

“Hari ini kami vaksinasi 519 orang. Dari jumlah tersebut, 354 orang diantaranya menggunakan vaksin Sinovac dan 165 orang pakai vaksin Astrazeneca,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, vaksinasi massal ini dilaksanakan untuk personil Polri dan keluarga beserta masyarakat umum. Vaksin gratis dilakukan dalam rangka Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk negeri. “Vaksinasi dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam percepatan penanganan Covid-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Rum mengaku, program vaksinasi gratis yang digelar Polda Maluku ini masih akan terus berlangsung. Karena itu, dia mengajak warga yang belum divaksin agar dapat mendatangi Gerai Vaksinasi Presisi Polda Maluku di Lapangan Tahapary, Tantui Ambon.

Sementara kepada warga yang sudah divaksin, juru bicara Polda Maluku ini tidak lupa mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauh dari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Sebab yang sudah divaksin pun masih bisa terpapar, jika tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik,” pungkasnya.(PM-05)

 

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button