Ambon City of Music Raih Predikat Tertinggi dari UNESCO
Laporan Keanggotaan Ambon Disambut Apresiasi Global dengan Nilai “Excellent”
potretmaluku.id – Di pagi yang tenang di akhir Juni 2025, sebuah kabar menggembirakan datang dari Paris. UNESCO atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa), melalui jejaring kota-kota kreatifnya, menetapkan Ambon sebagai salah satu kota yang layak menyandang predikat “Excellent” dalam laporan evaluasi empat tahunan mereka.
Nilai ini menandai pencapaian tertinggi dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN), dengan rentang penilaian antara 4,6 hingga 5,0.
Bagi masyarakat Ambon, musik bukan sekadar hiburan. Ia hidup dalam bunyi tifa, syair tradisi, hingga melodi pop Maluku yang mendunia. Musik adalah cara bertutur, cara bertahan, bahkan cara menyembuhkan luka kolektif masa lalu.
Dan kini, musik pula yang membawa nama Ambon harum di dunia.
Dari Laporan Menjadi Pengakuan
Predikat “Excellent” diberikan setelah penilaian menyeluruh terhadap laporan keanggotaan Ambon selama periode 2020–2024, yang disusun oleh Ambon Music Office (AMO).
“Laporan ini memuat dua bagian: pertama, evaluasi partisipasi dan inisiatif kota dalam jaringan UCCN; kedua, kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi MONDIACULT 2022,” ungkap Direktur AMO, Ronny Loppies, dalam keterangannya kepada media di Ambon, Senin, 30 Juni 2025.
Para penilai yang berasal dari kota-kota kreatif musik di berbagai negara, disebut Ronny, menyoroti beberapa aspek kunci dari laporan Ambon.
Salah satunya adalah kekuatan infrastruktur kelembagaan melalui AMO yang mampu menjembatani program-program kreatif dengan kebijakan publik dan institusi pendidikan.
“Ambon menunjukkan hubungan yang mapan dengan sektor pendidikan dan publik, menghasilkan hasil yang bermakna secara lokal,” tulis salah satu komentar dalam dokumen penilaian.
Namun bukan hanya soal kelembagaan. Ambon juga dinilai aktif dan proaktif dalam menjalin kerja sama dengan kota-kota kreatif lainnya, baik di bidang musik maupun lintas bidang kreatif seperti kerajinan dan seni rakyat.
“Kolaborasi dengan kota seperti Paducah di Amerika Serikat dan Jinju di Korea Selatan menjadi contoh bagaimana Ambon membuka diri terhadap dialog global,” ungkap Ronny.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



