AmboinaInternasional

Ambon City of Music Raih Predikat Tertinggi dari UNESCO

Laporan Keanggotaan Ambon Disambut Apresiasi Global dengan Nilai “Excellent”

UNESCO menilai bahwa kota ini secara konsisten melaksanakan proyek-proyek yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), baik dari segi inklusi sosial, pendidikan berkualitas, kerja layak di sektor budaya, hingga aksi nyata terhadap perubahan iklim.

UCCN dan Visi Budaya Global

Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) yang dibentuk pada 2004 kini menaungi lebih dari 300 kota dari seluruh dunia.

Fungsi utamanya adalah sebagai laboratorium internasional yang mendorong kreativitas dan budaya sebagai motor penggerak pembangunan kota.

Setiap empat tahun, kota anggota diwajibkan menyerahkan laporan evaluasi, yang mencakup partisipasi dalam jaringan, program kolaboratif, hingga relevansi kebijakan budaya di tingkat lokal.

Evaluasi ini menjadi instrumen penting dalam mengukur konsistensi dan komitmen kota terhadap visi UCCN.

Setelah MONDIACULT 2022, konferensi budaya global yang menegaskan budaya sebagai barang publik global, peran pelaporan menjadi semakin penting.

Laporan tak lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi narasi kolektif tentang bagaimana budaya dan kreativitas berkontribusi pada masa depan kota-kota di dunia.

Menyulam Harapan Lewat Musik

Bagi warga Ambon, tentu pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri. Di balik laporan yang terstruktur dan evaluasi yang ketat, ada kerja kolaboratif puluhan seniman, guru musik, pelaku komunitas, hingga birokrat yang percaya bahwa musik bisa menjadi jalan keluar dari banyak hal.

Sejak 2019, ketika ditetapkan sebagai Ambon City of Music, berbagai transformasi kecil dan besar mulai terlihat.

Jalan-jalan mulai dihidupkan oleh mural musik, sekolah-sekolah membuka kelas musik lokal, dan panggung-panggung kecil di kampung-kampung mulai ramai lagi oleh pentas anak muda.

Kini, dengan predikat “Excellent” yang diperoleh hingga tahun 2027, Ambon menatap masa depan dengan semangat baru.

Laporan keanggotaan berikutnya akan dikirim pada tahun itu, dan hingga saat itu, kota ini terus melaju dengan satu keyakinan: bahwa musik bukan hanya tentang nada dan irama, tetapi tentang harapan, keberlanjutan, dan kemanusiaan.(TIARA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button