Ambon Dolo-dolo

PSA Ambon Parna Lawang PSM Makassar di Lapangan Merdeka

AMBON DOLO-DOLO

Penulis: Rusdin Tompo (warga Makassar kelahiran Ambon)


Persatuan Sepak Bola Ambon (PSA), parna pung nama di masanya. Meski rasa-rasanya su lama seng lia dorang bertanding di liga utama, yang diadakan induk olahraga sepak bola nasional, PSSI. PSA Ambon bahkan parna baku lawang deng PSM Makassar, serta beberapa kesebelasan elit lain pada masa perserikatan. Dalam buku “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah”, yang ditulis M. Dahlan Abubakar dan A. Widya Syadzwina (2020), nama PSA Ambon terdokumentasi sebagai buktinya.

Beta parna nonton PSA Ambon maeng di Lapangan Merdeka, di taong 70an. Tapi sebelum beta carita nonton bola, beta mau carita tentang Lapangan Merdeka do. Lapangan yang sekarang berada di Jalan Pattimura No 1, Uritetu, Sirimau ini, pung kisah yang panjang eee.

Caritanya bagini. Setelah benteng Kota Laha direbut oleh Belanda dari Portugis, tahun 1605, Komandan Armada Belanda, Van Der Haghen menjadikan benteng ini sebagai pusat komando Belanda di Maluku Tengah. Benteng itu lalu diubah namanya oleh Belanda menjadi Victoria, yang berarti kemenangan.

Setelah menguasai benteng itu, Van der Haghen membentuk pemerintahan baru yang dipimpin Frederick de Houtman. Antua ini berkuasa atas benteng dan Kota Ambon serta wilayah Lease. Jadi, pendirian Kota Ambon di masa kolonial itu, akang pung carita dari benteng Kota Laha tersebut.

Dalam buku yang ditulis Marlon NR Ririmasse, “Tata Kota Ambon Abad XVI-XVIII” (2006), disebutkan bahwa sebagai gubernur yang berkuasa, de Houtman, segera melakukan penataan. Tindakan pertama yang dilakukan, yakni antua perintahkan agar permukiman yang hampir manempel di tembok benteng, dikasi pindah beberapa ratus meter ka arah selatan.

Relokasi ini dilakukan, supaya ada ruang terbuka. Kelak, pada abad ke-19, ruang terbuka ini digunakan sebagai esplanade. Esplanade dolo berfungsi sebagai alun-alun kota. Sakarang katong kanal akang dengan nama Lapangan Merdeka.

Benteng Victoria sandiri beberapa kali mengalami kerusakan akibat gempa dahsyat yang melanda Kota Ambon, antara lain pada tahun 1674 dan 1754 (Leirissa dkk, 2004). Setelah dipugar, nama benteng kemudian diubah jadi Nieuw Victoria (Victoria Baru). Benteng ini ada di tenga-tenga kota, di Jalan Slamet Riyadi.

Lapangan Merdeka itu merupakan landmark Kota Ambon. Tribun tertutupnya menghadap ka Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Di atas tribun itu, dolo-dolo, kalo ale perhatikan, ada rumah kacil, yang dari sabala lapangan terlihat mirip kandang pombo (burung merpati).

Sebenarnya, rumah yang kaliatang kacil itu, akan cukup basar. Ale bisa naik ka atas kalo berada di tribun itu. Ada tangga ka sana dari tribun yang biasa dong gunakan pula sebagai lapangan upacara. Misalnya, saat upacara HUT Kemerdekaan RI, atau saat perayaan hari jadi Kota Ambon Manise. Di rumah kacil itulah reporter RRI biasanya membuat laporan pandangan mata kalo PSA Ambon lagi bertanding.

Layaknya pertandingan bola, apalagi itu kesebelasan kebanggaan, su pasti penonton banya. Beta parna nonton PSA Ambon maeng tepat di pembatas garis lapangan, yang warna putih itu.

Maklum to, Lapangan Merdeka itu hanya pung satu tribun di bagian barat. Yang bagian timur, selatan, deng utara, sama sekali seng ada tribun. Jadi penonton bisa nonton pas di pinggir garis, deng di balakang tiang gawang. Deka paskali.

Akang pung seru itu, kalau pemain PSA Ambon menggiring bola ka arah gawang lawan. Samu penonton iko maju, melewati garis batas lapangan. Soalnya, dong seng mau kehilangan momen lia bola maso gawang. Tapi sabantar dong mundur lai, mundur dengan tertib.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button