Seram Bagian Barat

Penjabat Seram Barat Mendukung Pengalihan TV Analog ke Digital

potretmaluku.id – Pejabat Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Brigjen TNI Andi Chandra As’aduddin menyatakan dukungannya terhadap program pengalihan TV analog ke digital, atau Analog Switch Off (ASO) sebagaimana amanat Undang-undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pasal 72 angka 8 memerlukan dukungan banyak pihak.

Sebab ASO, kata Andi, memiliki urgensi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Kepada potretmaluku.id, Rabu (29/6/2022), Andi menuturkan, sosialisasi terhadap program ini belum terasa di kabupaten yang dipimpinnya, namun dalam prosesnya nanti ketika ada sosialisasi yang diwajibkan untuk seluruh pemerintah lakukan kepada masyarakat, maka pihaknya akan segera merealisasikan secara baik.

“Sudah ada dukungan dari pemerintah dalam hal ini Gubernur Maluku, maka dukungan itupun akan kami lakukan selaku pejabat di kabupaten untuk kepentingan bersama,” kata Andi.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo awalnya menargetkan ASO dimulai pada 17 Agustus. Namun pihak Kominfo menunda pelaksanaan ini menjadi April 2022 dan ditargetkan rampung 2 November 2022.

Kementerian Kominfo menyampaikan, setidaknya ada enam keuntungan bagi masyarakat dan negara saat beralih ke TV digital, yakni pertama menghemat penggunaan pita frekuensi. Penyiaran TV analog menggunakan frekuensi 700 Mhz, yang pada spektrum ini sifatnya terbatas.

Kedua, TV digital mendukung internet 5G. Dimana gasil penghematan frekuensi tersebut dimanfaatkan untuk keperluan lain yakni jaringan internet generasi kelima atau 5G.

Ketiga, bersifat gratis selamanya karena siaran TV digital bersifat free to air, mendapatkan gambar yang jernih.

Kelima, pada siaran TV digital, tidak ada lagi gambar yang berbentuk semut atau noise dan berbayang di monitor. Dan Keenam, tidak memerlukan parabola maupun frekuensi radio VHF/UHF. (WEH)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button