Seram Bagian Barat

Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal Al-Baitsu Jangkau Warga Pesisir di SBB

potretmaluku.id – Layanan kesehatan kembali menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pesisir di Seram Bagian Barat. Menjawab kondisi itu, Majelis Taklim Al-Baitsu menggelar pengobatan gratis dan khitanan massal di tiga negeri, Hualoy, Tomalehu, dan Latu, yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis.

Majelis Taklim Al-Baitsu melanjutkan agenda sosial tahunan mereka dengan menyediakan layanan kesehatan gratis dan khitanan massal bagi kelompok masyarakat rentan.

Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah, penyandang disabilitas, perempuan, hingga keluarga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Kegiatan serupa sebelumnya digelar pada 2023 dan 2024. Konsistensi ini menempatkan Al-Baitsu bukan hanya sebagai ruang dakwah, tetapi juga lembaga yang aktif menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan pesisir yang menghadapi keterbatasan tenaga maupun layanan medis.

Untuk pelaksanaan tahun ini, Al-Baitsu menggandeng dokter Michel A. Siwabessy bersama timnya yang terdiri dari dokter Josua Siwabessy dan Filologus Siwabessy, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Tomalehu.

Kolaborasi tersebut memperluas jangkauan layanan dan memastikan pemeriksaan dilakukan secara profesional.

Ketua Panitia, Saida Hehanussa, menjelaskan bahwa khitan tidak hanya bermakna religius, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan anak laki-laki. Namun, keterbatasan biaya membuat sebagian keluarga sulit melakukannya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa memikirkan beban biaya,” kata Saida.

Ketua Majelis Taklim Al-Baitsu, Ju Hehanussa, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut diharapkan memberi dampak langsung. Selain layanan pengobatan, pemeriksaan dasar juga dilakukan untuk mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

“Kami ingin memastikan keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan yang layak,” ujar Ju.

Selama kegiatan, warga memperoleh pemeriksaan umum, konsultasi dokter, hingga obat-obatan secara cuma-cuma. Sementara semua proses khitan ditangani tenaga medis profesional dengan standar keamanan yang ketat.

Program ini menjadi ruang alternatif bagi masyarakat di tengah keterbatasan infrastruktur kesehatan di Seram Bagian Barat. Inisiatif berbasis komunitas seperti ini dinilai mampu mengisi celah layanan publik yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Menurut pantauan lapangan, tim dokter Michel tak hanya menunggu pasien datang. Mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi kesehatan kelompok yang selama ini jarang tersentuh layanan medis. Pendekatan ini membuat warga merasa lebih diperhatikan.

Kepala Kantor Agama Kabupaten Seram Bagian Barat, Djafar Tunny, menyampaikan apresiasinya terhadap Al-Baitsu. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh gerakan sosial yang memberi manfaat nyata.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ini agenda yang ditunggu warga setiap tahun,” ujarnya.

Djafar berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi rujukan bagi majelis taklim lain untuk memperluas peran sosial mereka. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Negeri Hualoy juga menyambut baik kegiatan ini karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button