AmboinaPendapat

Napas Pasar Mardika di Gedung Baru: Adaptasi dan Asa Pedagang Ambon Pasca Penertiban

PENDAPAT

“Upaya-upaya persuasif dan humanis terus kami bangun atas dasar kesadaran semua pihak,” ujarnya, mencoba menyeimbangkan antara ketegasan kebijakan dan sentuhan kemanusiaan.

Namun, bagi para pedagang kecil, janji-janji persuasif terasa jauh dari kenyataan pahit yang akan mereka hadapi. Mereka melihat penertiban sebagai ancaman nyata, bukan sekadar penataan.

Mereka bertanya-tanya, apakah suara mereka, suara kaum kecil yang berjuang di kerasnya kehidupan kota, akan didengar? Apakah kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada mereka?

Hari yang Dinanti Tiba

Tanggal 28 April 2025 akhirnya tiba. Hari yang penuh kecemasan bagi para pedagang Pasar Mardika. Namun, di luar dugaan, penertiban berjalan aman dan lancar.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memimpin langsung jalannya penertiban. Tidak ada aksi penolakan berarti. Beberapa pedagang bahkan terlihat membongkar sendiri lapak mereka.

“Kegiatan penertiban ini sudah kami sampaikan jauh-jauh hari dan disosialisasikan dengan baik,” ujar Wali Kota Wattimena kepada awak media.

“Maksud kami adalah, ketika tindakan ini dilakukan, semua sudah siap dan tahu apa yang harus mereka lakukan.” Sebuah pemandangan yang melegakan, namun menyimpan tanya: apakah kepatuhan ini lahir dari pemahaman atau kepasrahan?

Salah seorang warga Ambon, sebut saja namanya Jaya, menyambut baik perubahan ini. “Saya senang sekali sekarang jalan di Pasar Mardika sudah tidak macet lagi. Dulu susah sekali mau lewat sini,” katanya dengan nada lega.

Arus lalu lintas memang terlihat jauh lebih lancar. Kendaraan roda dua dan empat dapat melintas tanpa hambatan. Sebuah kemenangan bagi ketertiban kota, namun bagaimana dengan nasib para pedagang yang kini harus beradaptasi dengan lingkungan baru?


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Berita Serupa

Back to top button