Sosok

Kisah Om Yos, Penarik Perahu yang Menyiapkan Masa Depan

Ada alasan lain yang membuatnya bersemangat bekerja. Ia tidak ingin kalah dari teman-teman sekolahnya yang berasal dari keluarga berada. Ia ingin memiliki uang sendiri, termasuk untuk membeli jajanan tanpa harus bergantung kepada orang tua.

Pagi hari ia bersekolah, siang hingga sore mendayung perahu. Rutinitas itu dijalaninya sampai lulus SMA.

Bagi anak seusianya, masa sekolah mungkin adalah waktu untuk bermain dan menikmati masa kecil. Bagi yos, waktu itu sudah terbagi antara bangku sekolah dan Teluk Ambon. Dari sanalah ia belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan bagaimana mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Enam dari Enam Puluh

Jalan Om Yos menuju Jakarta dimulai dari seleksi Pra-PON pada 1988. Saat itu ia mengikuti sejumlah nomor pertandingan dayung di Ambon, mulai dari perahu bertiga hingga berenam. Ia berhasil meraih juara pertama.

Para pemenang juara pertama dan kedua kemudian dikumpulkan untuk mengikuti seleksi berikutnya. Persaingan berlangsung lebih ketat. Mereka harus mendayung dari Passo menuju Jembatan Angkatan Laut di Halong. Seleksi itu berlangsung selama dua pekan.

jmp 5
Foto: Yeni Kristin untuk potretmaluku.id

Latihan fisik yang berat membuat sejumlah peserta bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dari sekitar 60 orang yang mengikuti seleksi, hanya enam yang berhasil lolos. Om Yos termasuk di antaranya.

Ia masih mengingat lima orang rekannya. Dua berasal dari Batu Gong, dua lainnya dari Latuhalat, yakni Simon dan Hen, serta seorang lagi dari lingkungan Angkatan Laut.

“Dari sekian banyak pendayung di Ambon, beta rasa bangga paskali karena bisa sampai ke Jakarta,” katanya.

Awalnya, Om Yos mengira menjadi juara pertama dalam perlombaan di Ambon otomatis memberinya tiket ke Jakarta. Ternyata tidak. Semua peserta masih harus bersaing melalui seleksi lanjutan. Keinginan mereka sama: berangkat ke Jakarta dan menjadi atlet yang mewakili Maluku.

Ada satu hal lain yang membuatnya semakin bersemangat. Seluruh biaya perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti pemusatan latihan ditanggung penyelenggara.

“Yang penting beta lolos,” ujarnya sambil tertawa.


Penulis :
Editor :

Previous page 1 2 3 4 5 6 7 8 9Next page

Berita Serupa

Back to top button