Sosok

Pendeta Perempuan Masuk Bursa Kepemimpinan Sinode GPM

potretmaluku.id- Di tengah dinamika Sidang Ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) tahun 2025, perbincangan mengenai calon pemimpin gereja mulai mengemuka. Selain sejumlah pendeta laki-laki, muncul pula nama pendeta perempuan yang dinilai memiliki rekam jejak kuat, yakni Pdt. Dr. Nancy Novitra Souisa-Gaspersz, M.Si.

Inti dari pembicaraan yang berkembang di arena sidang sinode adalah keterlibatan sosok perempuan dalam kontestasi kepemimpinan gereja.

Banyak pihak menilai GPM sedang berada pada momentum penting untuk membuka ruang lebih luas bagi figur perempuan mengambil peran strategis dalam struktur kepemimpinan puncak sinodal.

Pdt. Nancy Souisa selama ini dikenal sebagai salah satu anggota Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode periode 2021–2025. Namun rekam jejaknya jauh lebih panjang.

Sejak berstatus mahasiswa teologi pada 1990-an, ia telah menorehkan prestasi akademik yang mengantarkannya mengikuti studi singkat di China.

Pendidikan teologinya ia selesaikan di Fakultas Teologi UKIM Ambon, kemudian melanjutkan studi magister dan doktor bidang Sosiologi Agama di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dengan predikat gemilang.

Ia juga pernah menempuh pendidikan lanjutan di Pacific School of Religion, Berkeley, California, Amerika Serikat.

Selama dua periode atau sepuluh tahun, Nancy dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi Indonesia (PERSETIA) dan berkantor di kompleks STFT Jakarta.

Pada 2023 hingga saat ini, ia tercatat sebagai anggota Komisi Faith and Order Dewan Gereja se-Dunia (WCC), menjadikannya salah satu perempuan Maluku yang berkiprah di lingkup gereja internasional.

Sebelumnya ia juga pernah menjadi Moderator Christian Conference of Asian Theologians, sekaligus menjadi bagian dari delegasi Gereja Indonesia di Dewan Gereja Asia (CCA).

Di luar peran globalnya, Pdt. Nancy Souisa tetap menjalankan tanggung jawab pelayanan gereja sebagai dosen Fakultas Teologi UKIM pada Program Studi Pendidikan Agama Kristen.

Pengalaman panjang itu mengantarkannya menjadi pembicara dalam berbagai konferensi nasional dan internasional, serta memperluas jejaring pelayanan lintas konteks.

Karena itu, tidak mengherankan jika namanya muncul sebagai salah satu figur yang dipertimbangkan menuju kepemimpinan sinodal GPM masa depan.

Meski demikian, Nancy Souisa memilih bersikap rendah hati. Ia tak memberikan komentar mengenai dorongan berbagai pihak agar ikut berkontestasi dalam pemilihan pemimpin gereja periode mendatang.

Bursa kandidat masih akan terus berkembang seiring berjalannya sidang sinode. Namun kehadiran sosok perempuan dalam percakapan publik menunjukkan adanya ekspansi ruang representasi dalam kepemimpinan gereja yang selama ini didominasi laki-laki.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Berita Serupa

Back to top button