Kader Posyandu Laki-laki di Era Stigma Gender Kota Ambon

Yoyo menegaskan, ia tidak mengharapkan imbalan yang berlebih sebagai kader Posyandu. Dari awal dia menjadi kader, dia menyadari bahwa ini adalah pekerjaan sukarela, sehingga dia tidak terlalu mempermasalahkan jumlah uang insentif yang diterima. “Katong dapa insentif tu 100 ribu per bulan, tapi terimanya jua seng tiap bulan, tergantung pencairan dari Dana Desa juga. Tapi itu jua katong su rasa syukur”. (“Saya mendapat insentif 100 ribu per bulan, tapi tidak selalu diterima setiap bulan, tergantung pencairan Dana Desa. Tetapi, bagaimanapun saya merasa bersyukur.”)
Sebaliknya, dia lebih memprioritaskan bagaimana caranya melengkapi sarana prasarana dan buku-buku di Posyandu. Menurut Yoyo, gedung posyandu yang belum permanen dan sarana dan prasarana yang masih minim merupakan hal yang tidak menyenangkan. “Posyandu yang kita tempati itu bukan posyandu tapi panggalan ojek. Jadi ketika akan melakukan kegiatan posyandu, ojek-ojek pangkalan akan diberitahu kalau pangkalan ojek akan digunakan untuk posyandu.”
Dalam kegiatan rutin Posyandu, Yoyo menjalankan tugas yang sama dengan kader posyandu perempuan, khususnya untuk menimbang anak. Namun ada hal-hal khusus yang dilakukan oleh Yoyo seperti mengatur kursi, meja dan pengaturan posyandu.
Baca Juga: Kalsum, Tak Pernah Putus Asa
Tugas tambahan lain adalah menjangkau warga yang lokasinya sulit dijangkau oleh kader perempuan. Untuk menunjang pemahaman dan ketrampilannya, Yoyo mengikuti beberapa kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon, Puskesmas Tawiri dan juga lembaga lain yang terkait, seperti LAPPAN dan UNICEF. Yoyo mengatakan, yang belum dilakukan adalah melakukan penjangkauan secara khusus terhadap bapak-bapak dan tokoh masyarakat.
Pelaksanaan tugas sebagai kader Posyandu Delima di Negeri Laha punya tantangan sendiri, baik saat musim hujan maupun kemarau. Jika musim hujan, kader harus siap dengan jalanan dan lingkungan yang becek dan berlumpur jikalau mengunjungi warga. Ketika pandemi COVID-19 melanda, Posyandu Delima tutup. Namun, Yoyo tetap menganjurkan kepada warga untuk tetap mengimunisasi anaknya di Puskesmas Tawiri.
Harapan dari Yoyo dan sebagian besar kader Posyandu di Kota Ambon adalah adanya perbaikan sistem pelayanan posyandu dengan bantuan dari semua pihak. Dengan demikian, pelayanan Posyandu dapat menjadi lebih nyaman dan jumlah kunjungan warga Dusun Air Manis Negeri Laha akan meningkat.(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tulisan-tulisan yang dipublikasi mulai hari ini, di potretmaluku.id dengan tajuk “Cerita-cerita Terbaik Perubahan Perilaku“, merupakan kerja sama dengan Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku, dengan dukungan dana UNICEF Perwakilan Makassar, memberikan gambaran komprehensif dari pengalaman para kader melakukan penjangkauan dengan tabaos (sebaran informasi) kepada masyarakat yang memberikan dampak yang sangat siginifikan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


