Pendapat

Toko Buku di Makassar dan Keragaman Bacaan pada Masanya

Adapun toko-toko buku di masa itu, yang kini hanya tinggal sejarah, yakni Toko Buku Drukkery Makassar (Djl. Karebosi 15), Toko Buku Assegaf (Djl. Diponegoro), Toko Buku Fauziah (Djl. Nusantara 93), Toko Buku Lectura (Djl. S. Pareman 1), Toko Buku Penjuluh (Djl. Mongisidi 50A), Toko Buku Rakjat (Djl. Lompobattang), Toko Buku Nirmala (Djl. Mongisidi), Toko Buku Nirwana (Djl. Sawerigading), Toko Buku Lokon Latimodjong (Djl. Chairil Anwar 21), A.B.C Book Store (Djl. Lompobattang), Toko Buku Taufiq (Djl. Kadjaolaliddo, Kiosk Taman Gembira), dan Toko Buku T.K.S. (Djl. Karebosi, Kiosk Gembira). 

Selain toko buku, terdapat pula beberapa perpustakaan, seperti Pustaka Kita di Jalan Ali Malaka, Pustaka Lembaga di Jalan Gunung Merapi, dan Pustaka Sulawesi di Jalan Gunung Latimojong.

Dalam buku Pedoman Kota Makassar itu, terdapat pula iklan terkait toko buku, percetakan, dan toko ATK (alat tulis kantor). Promosi serupa ini sudah pasti punya kaitan dengan aktivitas tulis-menulis, bukan hanya urusan administrasi kantor semata. 

Ada iklan Fa. “Berdjuang Trading Company”, yang merupakan toko buku dan alat tulis, import/export interinsulair di 18 Kajaolaliddo. Ada percetakan Fa. Kemah di Jalan Kemah (S. Pareman) No. 1A, yang di dalam promonya menyebut Toko Buku Remadja di Jalan Pattunuang No. 129, Toko Buku Lectura di Jalan Kemah (S. Pareman) No. 1A, dan Toko Buku Lokon Latimodjong, di Jalan Chairil Anwar No. 21. 

Iklan lain, yakni Toko Buku “Fauziah”, yang menyediakan rupa-rupa buku dan alat tulis-menulis, beralamat di Jalan Kemakmuran 273 Makassar. Juga iklan dari FOO GUAN PO AI ENG, spesial bikin buku-buku, menerima garis dan potong kertas, beralamat di Jalan Mardekaya No. 23 Belakang B. Berikutnya iklan “Garuda Mas & Co” (GMC) di Jalan Nusantara (Kemakmuran) Nomor 309, yang merupakan perusahaan percetakan, menjilid buku, serta berjualan pelbagai macam alat kantor dan sekolah.

Bukan cuma toko buku dan toko ATK, perpustakaan pun beriklan. Tampak pada iklan Fa. Pustaka Kita di Jalan Ali Malaka. Dalam iklan itu disertakan foto gedung dengan jendela-jendela lebar dari kaca. Terdapat dua papan nama, masing-masing Fa. Pustaka Kita, dan Balai Pustaka. 

Lantas, kira-kira buku apa saja yang dijual di toko-toko buku era 1950an itu. Kemungkinan buku-buku terbitan Balai Pustaka, yang sejak awal kemerdekaan diberi keleluasaan mencetak dan menerbitkan kembali buku-buku yang mengandung ajaran nasionalisme keindonesiaan, serta menerjemahkan dan menerbitkan naskah-naskah sastra dari berbagai negara ke dalam bahasa Indonesia yang dinilai bermanfaat sebagai bacaan masyarakat. Balai Pustaka juga diberi kelonggaran dan didorong mempublikasikan karya penulis Indonesia di bidang sastra, ilmu pengetahuan, dan budaya, serta menerbitkan sastra anak-anak. 

Selama tahun 1948, Balai Pustaka menggandakan sebanyak 40.115 buku, tahun 1949 sebanyak 430.800 buku, dan pada tahun 1950 meningkat menjadi 603.000 buku. 

Menurut Ockeloen, sebagaimana dimuat dalam data Buku-Buku Terbitan Baru dan Cetak Ulang, dalam Majalah Perdagangan Buku Indonesia, Tahun ke-3, No. 12, 30 Djuni 1951, buku-buku yang dicetak ulang dan diterbitkan meliputi ensiklopedia, filsafat, agama, politik, ilmu bumi, ekonomi, hukum, pendidikan, latihan badan, ilmu pasti, ilmu hayat, antropologi, kerajinan tangan, teknik, pertanian, musik, seni drama, permainan, seni pahat, ilmu bahasa dan sastra, puisi, novel, cerita anak-anak, buku sekolah rendah, buku sekolah menengah, dan buku sekolah teknik (Wisnu, 2023). 

Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan tema dan judul buku di dekade itu sudah sangat beragam. (*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button