Pendapat

Sikut Menyikut

PENDAPAT

Kondisi dimaksud, yang kemudian digambarkan oleh pria yang paling mengklaim dirinya sebagai anak bangsa Maluku asli tersebut dalam status di akun facebooknya, yang sebelumnya telah ia dipaparkan dalam bahasa Melayu Ambon tersebut, dengan berbagai respons para nitizen dalam kolom komentar dibawa status di akun facebooknya tersebut. Perjumpaan tiga figur capres dengan Presiden Joko Widodo tersebut merupakan bagian dari diplomasi elegan dari eks Walikota Solo tersebut, dimana memberikan kesan baik kepada publik bahwa, diantara Presiden dan para capres tidak terjadi konflik.

Namun pertemuan itu, sebenarnya tidak terlepas dari kondisi pentas politik nasional Pilpres-Pilwapres tahun 2024, yang menyita perhatian publik di tanah air. Mulai dari manuver ketua-ketua partai politik yang berada dalam gerbong Koalisi Indonesia Maju (KIM), Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Menteri Pertanian ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memberikan ruang bagi partisipasi putra Presiden untuk tampil sebagai calon wakil presiden (cawapres).

MK yang sudah dibully dimana diplesetkan sebagai Mahkamah Keluarga, lantaran Ketuanya adalah ipar Presiden. Berbagai kalangan pro demokrasi di tanah air melaporkan secara etik para hakim MK, dimana laporannya berjumlah 21 dengan sekitar 10 laporan terhadap Ketua MK. Selanjutnya pembentukan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), untuk menyidangkan para hakim MK sebagai akibat putusan secara kelembagaan, yang dinilai oleh para ahli hukum dipengaruhi oleh dinamika politik, yang tekait dengan adanya dorongan majunya putra presiden sebagai cawapres. (Solo Pos, 2023).

Begitu pula ketidakpuasan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam bentuk kritikan terhadap sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan mendukung capres Prabowo Subianto, yang berpasangan sebagai cawapres dengan putranya. Pada sisi lain ide masa jabatan presiden 3 periode diungkit kembali oleh elite PDIP. Hingga Menteri Investasi Bahlil Lahaladia sosok yang menjalani masa kecilnya di Banda Naira, Maluku itu turut membela Presiden, dimana ia mengakui isu jabatan presiden tiga periode adalah gagasannya.

Statemen Menteri dari Papua itu dibantah oleh politikus PDIP Masinton Pasaribu, yang mengatakan. ”itu komedi putar.” Tak luput pula putra Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai polemik, menyangkut dengan status keanggotaanya di PDIP. Sementara Walikota Solo ini diusung sebagai cawapres oleh Partai Golkar. Ada pandangan yang mengkuatirkan bahwa, jika anak Presiden tersebut dipecat oleh PDI Perjuangan, maka akan dijadikannya untuk mencari simpati dengan membangun image kalau ia dianiaya secara ”politik” oleh partainya.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button