51 Event Ekonomi Kreatif Digelar di Ambon Sepanjang 2026, Libatkan Komunitas dan UMKM
potretmaluku.id – Sedikitnya 51 kegiatan berbasis ekonomi kreatif digelar di Kota Ambon sepanjang 2026. Sebagian besar kegiatan tersebut diinisiasi komunitas dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), musisi, penyanyi, serta pekerja kreatif lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon Christian Tukloy, mengatakan kegiatan ekonomi kreatif tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menciptakan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja.
“Kurang lebih sudah 51 event. Bayangkan saja sudah berapa banyak sumber daya yang terlibat di sana, mulai dari UMKM, talent, musik, penyanyi dan sebagainya,” kata Christian, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang semakin berkembang di Ambon.
“Tingginya jumlah kegiatan yang digagas masyarakat juga menunjukkan meningkatnya partisipasi komunitas dalam menggerakkan sektor tersebut,” ujarnya.
Christian mengatakan pemerintah kota hanya menjadi penyelenggara sebagian dari 51 kegiatan itu. Sebagian lainnya diselenggarakan oleh komunitas dan pihak swasta.
“Dari 51 event yang diselenggarakan itu, pemerintah kota cuma melaksanakan sebagian, sisanya dilaksanakan oleh komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi sangat tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Kota Ambon, kata Christian, akan terus memberi perhatian kepada UMKM. Sektor ini dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat ketika terjadi tekanan atau guncangan ekonomi.
“Kenapa UMKM menjadi prioritas? Karena dalam beberapa kajian, UMKM memang memberikan dampak yang lebih stabil dibandingkan dengan sektor yang lain ketika ada guncangan,” terangnya.
Christian mengatakan kondisi perekonomian saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah kota berupaya membuka ruang ekonomi melalui kegiatan yang melibatkan pelaku industri kreatif.
Dia menyebutkan, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berbasis ekonomi kreatif, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan kesempatan kerja.
“Bapak Wali Kota terus mendorong supaya kita bisa mewujudkan event-event berbasis ekonomi kreatif agar kita tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon, dan memberikan ruang yang cukup bagi kesempatan bekerja,” ujarnya.
Christian menilai kegiatan ekonomi kreatif tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan dan ekspresi masyarakat.
“Berbagai kegiatan tersebut juga menciptakan peluang pendapatan bagi UMKM, musisi, pekerja kreatif, dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraannya,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komunitas dan sektor swasta yang secara mandiri menggelar kegiatan kreatif di Ambon. Pemerintah kota, kata dia, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami Pemerintah Kota menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada teman-teman yang telah bekerja sama untuk menyelenggarakan berbagai event,” katanya.
Selain memperbanyak ruang kegiatan ekonomi kreatif, pemerintah kota berupaya membantu UMKM yang masih berada pada tahap awal pengembangan usaha. Pelaku usaha yang masih berada dalam masa inkubasi akan didorong agar dapat berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri.
“Bagi pelaku-pelaku usaha yang sudah mapan, kita memang memberikan uluran tangan kepada teman-teman yang masih belia di UMKM. Mereka sekarang masih berada pada masa inkubasi,” kata Christian.
Ia berharap pelaku UMKM, musisi, dan pekerja kreatif lainnya dapat meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu mengelola aktivitas ekonomi mereka secara lebih mandiri.
Christian juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Ambon. Dukungan tersebut diberikan baik untuk kegiatan yang diselenggarakan secara mandiri maupun melalui penyelenggara event.
Menurut Christian, kolaborasi pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, sektor swasta, dan lembaga terkait perlu terus diperkuat agar kegiatan ekonomi kreatif tidak berhenti sebagai agenda acara, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat.(TIA)
Penulis :
Editor :



