Pendapat

Sikut Menyikut

PENDAPAT

Berbagai permasalahan politik pada level elite nasional tersebut, sebenarnya menandainya naiknya tensi perpolitikan nasional, dimana cukup menguawatirkan Presiden Joko Widodo. (Tempo, 2023). Melihat fenomena dimaksud, Presiden Joko Widodo, yang memiliki kepentingan langsung dengan suksesnya Pilpres-Pilwapres 2024 menganggas pertemuan dengan para capres, diantaranya Prabowo Subianto, Anies Ryasid Baswedan, Granjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo. Upaya ini sebagai stabilisasi suhu politik nasional agar perlahan menurun pada titik nadir.

Meskipun demikian tensi politik masih belum berada pada titik nadir. Hal ini dilihat dari peristiwa-peristiwa politik terbaru dan masih hangat di hadapan publik. Diantaranya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Desa Batubulan, Gianyar, Bali pada Selasa (31/10/2023), dimana sejumlah warga tak mau menyambutnya. Ini merupakan imbas pencopotan baliho Ganjar-Mahfud. Selanjutnya DPR siapkan hak angket ke MK serta surat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo meminta Gibran mengundurkan diri dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA). (Detik, Tribun 2023).

Terlepas dari itu, tensi perpolitikan nasional masih tetap panas, walaupun sudah ada upaya yang dilakukan oleh para elite untuk menurunkan tensinya, tapi praktik rillnya tidak sesederhana gagasan para elite tersebut. Hal ini dikarenakan kontestasi untuk merebut jabatan Presiden dan Wakil Presiden, belum dilakukan oleh para elite dengan cara-cara yang fair and play. Kondisi ini yang memicu tensi politik selalu memuncak, dimana jika salah dikelola kedepan bakal menyeruak menjadi mobilisasi massa untuk memprotes penguasa yang tidak menempatkan diri pada posisi yang netral.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS

IMG 20210826 175601
Penulis, M. Jen Latuconsina.(Dok. Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button