Buru

Sekwan DPRD Kabupaten Buru Polisikan Pendemo yang Anarkis

potretmaluku.id – Pimpinan DPRD Kabupaten Buru langsung melaporkan para pelaku pengrusakan Kantor DPRD Buru di Namlea, Kabupaten Buru, paska kericuhan saat demo massa yang menagih janji Bupati Ramli Ibrahim Umasugi.

Pelaporan ke Polres Buru, Senin (10/01/22) ini, disampaikan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Buru Hadi Jagladi.

Kepada potretmaluku.id, Hadi menyesalkan adanya aksi demo yang menjadi anarkis dan merusak Kantor DPRD Buru ini.

Sehari sebelumnya aksi demo yang sama juga dilakukan kelompok mahasiswa dan pelajar asal Kecamatan Batabual, namun demo tersebut tidak terjadi apa-apa dan berakhir dengan aman.

Tuntutannya masih sama, menagih janji orang nomor satu di Kabupaten Buru, untuk membangun akses jalan darat dari dan menuju ke beberapa desa pesisir Kecamatan Batabual, yang disampaikan pada pilkada lalu tak kunjung terealisasi.

“Atas kejadian ini saya langsung melaporkan kepada pimpinan DPRD, pak sekda dan juga bupati. Dan sesuai petunjuk pimpinan agar masalah ini segera diproses hukum untuk efek jera kepada pelakunya,” ungkap Hadi.

Setelah ini, kata dia, pihaknya menunggu saja sampai ada tindak lanjut dari pihak kepolisian. “Dan tetap akan dicari akar permasalahannya, terutama siapa yang menggerakkan aksi unjuk rasa, sampai terjadi pengrusakan kantor DPRD,” tandas Hadi.

Lebih lanjut meuturkan, dirinya tidak mengetahui lebih jelas pemicu awal sampai terjadi pelemparan kaca jendela, hingga ricuhnya aksi unjuk rasa ini.

Dari pantauan potretmaluku.id di lapangan, kericuhan tersebut pecah setelah salah satu anggota Satpol PP yang bertugas di Kantor DPRD, hendak memadamkan api dari pembakaran ban bekas yang dibakar pendemo, tepat di depan pintu masuk ruang lobi kantor DPRD.

Dari situlah, sempat terjadi tarik-menarik ban bekas yang sudah terbakar, dan ini memicu kemarahan sejumlah mahasiswa, yang berujung pelempar pada sejumlah kaca jendela kantor menggunakan batu.

Situasi bahkan sempat  tidak terkendali hingga para pendemo lari berhamburan mengamankan diri dari kejaran polisi, yang hendak menangkap pelaku pelemparan.

Hingga berita ini disiarkan, belum satupun pihak kepolisian yang bisa dikonfirmasi atas laporan pihak pimpinan DPRD Kabupetan Buru di Namlea ini.(ARA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button