Pendapat

Relawan Mandiri, Sokola, dan Butet Manurung

Moderator Bedah Buku

Saat menjadi relawan mandiri dan mengajarkan jurnalistik bagi anak-anak Sokola itulah, saya dipertemukan dengan Saur Marlina Manurung, yang populer dengan nama Butet Manurung. 

Pendiri Sokola itu sengaja datang ke Makassar, untuk acara bedah buku karyanya, Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba (INSISTPress, 2007).

Sungguh saya tidak menyangka, diminta langsung mendampingi aktivis yang masa kecilnya dihabiskan di Leuven, Belgia, itu sebagai moderator. Ini tentu pengalaman berharga memandu diskusi buku karya Butet Manurung, di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Pada saat pertemuan itu, saya diberi buku Sokola Rimba, dan dibubuhi tanda tangan. 

Buat: Ka Rusdin.

Makassar, 28 Jan ’08

Marlina

Butet Manurung

Butet Manurung merupakan penerima sejumlah penghargaan di bidang lingkungan, kemanusiaan, dan pendidikan.

Misalnya, penghargaan Man and Biosphere (MAB) Award, tahun 2000, dari LIPI. Penghargaan Women of the Year dalam bidang pendidikan dari ANTV Jakarta, tahun 2004. Ada pula penghargaan Heroes of Asia Award 2004, dari majalah TIME. 

Butet juga mendapat Penghargaan Pendidikan untuk Anggota Masyarakat Biasa dari Mendiknas RI, dan Penghargaan untuk Perempuan dalam bidang keadilan dari PEKA, Jakarta. 

Selain itu, ada Penghargaan Kartini Indonesia, dari Departemen Pemberdayaan Perempuan Indonesia, tahun 2005, dan menjadi fellow Ashoka di tahun 2006.

Bisa dibayangkan betapa excited-nya saya, kala itu. Boleh jadi, saya direkomendasikan atau dipilih lantaran latar belakang saya yang pernah bekerja di radio. Karena konsep acaranya mirip talk show. 

Apa pun alasannya, bagi saya, pengalaman mendampingi Butet Manurung yang punya nama besar, merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri. (*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4

Berita Serupa

Back to top button