Bagi masyarakat, ini mungkin masih terasa jauh, tetapi perubahan yang terjadi di level pemerintahan ini akan berimbas langsung pada cara mereka berinteraksi dengan negara. Melalui digitalisasi, mereka berharap lebih banyak kemudahan dan kepastian yang bisa mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakan Sekolah Menanam: Menekan Inflasi, Mengajarkan Kemandirian
Di tengah upaya keras untuk menekan inflasi, Gubernur Hendrik Lewerissa meluncurkan inisiatif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat: Gerakan Sekolah Menanam. Pada Jumat, 2 Mei 2025, ia memulai program ini dengan penanaman cabai di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Passo, Ambon.
“Cabai salah satu penyumbang inflasi terbesar. Maka dari itu, penanaman cabai di sekolah-sekolah ini sangat strategis,” ungkapnya di depan para siswa dan tamu undangan, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK, pejabat tinggi provinsi, dan kepala sekolah.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk menekan harga bahan pokok, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan produktif yang selama ini terabaikan.
“Bahkan kalau tak punya lahan luas, bisa gunakan pot. Yang penting, menanam,” ujar Gubernur dengan penuh semangat. Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka.
Bagi para siswa yang hadir, program ini bukan hanya tentang penanaman cabai, tetapi juga pelajaran tentang kemandirian dan cinta terhadap pertanian.
Di sela-sela kegiatan itu, Kepala SMK Pertanian Pembangunan Passo, dengan bangga menyatakan bahwa program ini memberi harapan baru bagi para siswa untuk berkontribusi nyata dalam menekan inflasi dan mendukung ekonomi lokal.
Mendorong Ekonomi melalui Ekonomi Syariah dan Digitalisasi
Namun, tantangan terbesar tidak hanya berasal dari dalam daerah sendiri. Pengendalian inflasi yang kian meningkat juga menjadi permasalahan besar. Pada Maret 2025, inflasi di Maluku tercatat sebesar 3,54 persen, sebuah angka yang semakin menyulitkan kehidupan rakyat.
Tapi, di tengah kesulitan ini, ada sinar harapan yang datang dari pengembangan ekonomi syariah dan digitalisasi sistem keuangan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Mohammad Latif, dengan penuh semangat mengungkapkan pentingnya ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ini sebuah langkah inklusif yang bisa menjangkau lebih banyak orang, terutama mereka yang selama ini merasa terpinggirkan. Dalam hal ini, UMKM berperan besar. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ada, Maluku berpotensi keluar dari krisis jika dapat memanfaatkan potensi ini dengan bijak.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



