Agum juga dibuat terharu oleh sikap Mustafa, remaja 17 tahun, yang tak ikut menjarah toko pakaian di Jalan Gunung Bulukunyi. Meski penjarahan terjadi di depan matanya, dia tidak ikut-ikutan. Alasannya, walau dia orang miskin, hanya tukang becak, tapi dia tak mau mengambil barang yang bukan haknya.
Saat peringatan Hari ABRI, tanggal 5 Oktober 1997, Jubaidi Saleh dan Mustafa diundang hadir di Lapangan Karebosi. Sebagai Panglima Kodam VII/Wirabuana, Agum Gumelar, memberikan penghargaan dan Piagam Wirabuana kepada mereka berdua (news.detik.com).
Berbagai cara dan pendekatan dilakukan oleh Pangdam VII/Wirabuana, Agum Gumelar, Kapolda Sulawesi Selatan, Brigjen Ali Hanafiah, Gubernur Sulawesi Selatan, HZB Palaguna, dan Walikota Ujungpandang, Malik B Masry agar bisa meredam murka warga. Upaya damai dilakukan semua kelompok masyarakat, termasuk dari kalangan tokoh-tokoh Tionghoa.
Agum Gumelar bahkan membangun masjid di kampung Jubaidi Saleh, di daerah Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar. Saat peresmian Masjid Anny Mujahidah Rasunnah di Jalan Daeng Tata III No. 58A, saya juga hadir meliput dan menyampaikan reportase ke studio Bharata FM. Peresmian yang dilakukan pagi menjelang siang itu, mendapat perhatian dari jurnalis berbagai media, baik cetak, radio maupun televisi. Masjid ini jadi semacam monumen pengingat, betapa mahalnya ongkos kerusuhan yang mesti kita tanggung, baik secara ekonomi maupun sosial. (*)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



