AmboinaPendidikan & Kesehatan

Pemkot Ambon Andalkan Kolaborasi dan PMT 90 Hari untuk Tekan Angka Stunting

potretmaluku.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Salah satu langkah yang kini didorong adalah pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari bagi balita dan ibu hamil yang berisiko mengalami masalah gizi.

Komitmen tersebut ditegaskan Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat peluncuran Program PMT Gerakan Stunting 2026 di Puskesmas Rijali, Batu Merah, Kamis (18/6/2026).

Menurut Bodewin, upaya menekan angka stunting harus dimulai sejak dini melalui intervensi yang berkesinambungan, mulai dari masa pranikah, kehamilan, persalinan hingga proses tumbuh kembang anak.

“Kita harus memastikan kualitas kesehatan masyarakat semakin baik dan berkualitas. Karena itu, intervensi pemerintah dilakukan sejak pranikah, masa kehamilan, persalinan hingga pertumbuhan anak agar tidak terjadi penambahan Stunting, gagal tumbuh maupun kurang gizi kronis,” ujar Bodewin.

Dia menegaskan, stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan dipengaruhi banyak faktor seperti sanitasi, akses air bersih, lingkungan, hingga kondisi sosial masyarakat. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Penanganan Stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Kita membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi semua pihak agar masalah Stunting yang disebabkan oleh banyak faktor dapat ditangani secara komprehensif,” terangnya.

Bodewin juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Kesehatan, Balai POM di Ambon, serta berbagai mitra yang menggagas program pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Menurutnya, intervensi gizi yang diberikan secara rutin selama 90 hari berpotensi meningkatkan status gizi kelompok sasaran sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Ambon.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Jika balita dan ibu hamil mendapatkan intervensi selama 90 hari secara berkelanjutan, maka akan sangat membantu memperbaiki kondisi gizi mereka. Kita berharap program ini memberikan dampak nyata bagi upaya penurunan Stunting di Kota Ambon,”tandasnya.

Program PMT yang dijalankan melalui kolaborasi Balai POM di Ambon bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan itu diharapkan menjadi salah satu intervensi nyata untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan prevalensi stunting di Kota Ambon. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button