Rivalnya Capres Iván Duque Márquez, dan Cawapres Marta Lucia Ramires, dicalonkan Partai Centro Democartico. Serta Capres Sergio Fajardo dan Cawapres Claudia Lopez Hernandez, diusung Partai Hijau, Polo Democrático dan Gerakan Compromiso Ciudadano.
Hasil Pilpres Kolombia putaran pertama pada 28 Mei 2018, duet Duque-Lucia unggul meriah 39,1%, duet Petro-Angela renner up meriah 25,1% dan pasangan Fajardo-Claudia hanya meraih 23,8%. Fajardo gagal masuk Pilpres putaran kedua.
Rupanya ekspetasi Petro untuk memenangkan Pilpres Kolombia, yang untuk kedua kali diikutinya tersebut, belum terpenuhi. Pasalnya ia dan Cawapres Angela dalam Pilpres putaran kedua, pada 17 Juni 2018 tersebut, harus mengakui keunggulan Duque-Lucia, yang menang dengan meraih 54,3% suara.
Duet Petro-Angela berada pada posisi kedua, meraih 41,77% suara. Kemengan Duque-Lucia menadai legitimasi rakyat Kolombia terhadap mereka, untuk menjadi Presiden-Wakil Presiden di negara jirannya Venezuela di bagian timur itu.
Meskipun Petro-Angela kalah pada Pilpres Kolombia 2018, tapi ia mengalami impresif politik positif, dimana berada pada renner up perolehan suara. Hal ini menandakan lonjakan keterpilihannya secara kuantitatif, dibandingkan Pilpres 2010, dimana ia bersama pasangannya kandas pada Pilpres putaran pertama.
Tak kapok dengan kekalahan dua kali, pada Pilpres Kolombia tahun 2010 dan 2018, untuk kali ketiga mantan Walikota Bogota, yang penuh kontroversial itu, mencoba lagi peruntungan politik, dengan maju sebagai Capres Kolombia pada Pilpres, yang digelar pada 29 Mei 2022.
Ia berpasangan dengan Cawapres Francia Márquez perempuan berkulit hitam, yang diusung oleh koalisi Pacto Histórico. Tak sia-sia upaya ketiga kalinya. untuk menjadi orang nomor satu, di negara yang berbatasan dengan Laut Karibia itu.
Petro bersama pasangannya mengalahkan duet Capres Rodolfo Hernandez dan Cawapres Marelen Castilo, yang maju sebagai calon independen. Keunggulan Petro-Francia sudah nampak dari Pilpres putaran pertama, dimana meraih 40,3% suara.
Sementara rival mereka Hernandez-Marelen meriah 28,2% suara. Pada Pilpres putaran kedua 19 Juni 2022, keunggulan Petro-Francia tetap berlanjut, mereka meraih 50,5% suara melebihi lawannya Hernandez-Marelen mantan Walikota Bucaramanga dan anggota DPR Kolombia, yang meraih 47,3% suara. (Tempo, 2018, Indo Progress, 2022, Kompas, 2022, Republika, 2022).
Program-program populisnya yakni, menaikkan pajak bagi 4.000 orang terkaya, membentuk kementerian kesetaraan. Termasuk mengusulkan reformasi agraria guna memulihkan produktivitas 15 juta hektar lahan untuk mengakhiri “narco-feodalisme”.
Selanjutnya menjanjikan askes terpenuhinya inprastruktuir air, pengembangan jaringan kereta api, dan reformasi sistem kesehatan yang telah diprivatisasi. Begitu pula tindakan pertamanya, tatkala menjadi presiden adalah mengumumkan keadaan darurat ekonomi, untuk memerangi kelaparan yang meluas, dan berbagai program-program populis lainnya.
Terpaut dua tahun lagi Petro akan mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Kolombia, butuh tanggunjawab penuh agar ia dapat merealisasikan program-program populis tersebut, untuk mengeluarkan rakyat di negara, yang dilintasi garis katulistiwa itu ke arah kehidupan perekonomian yang lebih baik lagi.
Tentang tanggungjawab itu, mengingatkan kita pada qoutes William John Henry Boetcker (1873-1962), seorang pembicara publik asal Amerika pada zamannya bahwa, “tak ada orang yang akan sukses jika tidak siap menghadapi dan menanggulangi kesulitan-kesulitan dan mempersiapkan diri memikul tanggung jawab.”(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



