Pendapat

D’Baji Cafe Malino, Konflik Poso dan Ambon, Serta Artis Ibu Kota

PENDAPAT

Pertemuan yang diadakan pada 13 Februari 2002 ini kemudian melahirkan Piagam Malino II.

Kedua peristiwa ini sangat mendasari pengembangan warung kopi menjadi kafe. Dengan konsep kafe, tentu menu yang disediakan lebih bervariasi. 

Pengunjung datang bukan sekadar untuk makan dan minum, tapi juga kongkow-kongkow bersama sahabat. Kafe juga dilengkapi musik karaoke, dan bisa buat meeting untuk kapasitas 60-70 orang.

Waktu terus berjalan, pasca perjanjian Poso dan Ambon, ternyata berdampak positif terhadap arus kunjungan wisata ke Malino. Setiap Sabtu-Minggu, mereka yang datang berekreasi kian ramai, apalagi di awal bulan. 

Maka pada tahun 2004, warung kopi ini dikembangkan. Dibangunlah rumah panggung berukuran 4×6 meter, di samping rumah induk. Bangunannya terbuat dari kayu dengan nuansa bambu, biar terasa alami.

Kenapa rumah panggung? Karena lantai bangunan rumah induk rata dengan jalan raya. Ketika masih berupa warkop, posisinya agak rendah sekira 2 meter dari jalan raya, sehingga agak sulit diakses. 

Pada saat itu, banyak hal telah berubah. Kemajuan IT yang sedemikian pesat, secara otomatis berdampak pada usaha layanan telepon rumahan yang kami kelola. Telepon umum tidak lagi dibutuhkan. Setiap orang punya telepon genggamnya sendiri. Yantel Kukuh akhirnya kami tutup, warkop kami ubah menjadi kafe. 

Namanya: D’BAJI CAFE, diambil dari nama Sitti Sohorah Daeng Baji, yang merupakan nenek buyut Ibu Qashidah Ardan SH. Konon beliau bermigrasi dari Jeneponto ke Malino kira-kira tahun 1920an. Baji merupakan bahasa Makassar, artinya baik. Dipatenkan sebagai brand usaha menjadi D’Baji Cafe.

Tempat di mana D’Baji Cafe berdiri merupakan salah satu bangunan lama di Malino. Konstruksi bangunan ini belum menggunakan rangka besi, pada kolomnya hanya memakai batu gunung berlapis yang disusun diagonal, dengan ketebalan dinding 40-60 cm. Diperkirakan, dibangun pada awal tahun 1960an.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Berita Serupa

Back to top button