AmboinaMaluku

Pemkot Bakal Siapkan Call Center untuk Tingkatkan Layanan Publik

potretmaluku.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan secara prima kepada masyarakat. Salah satunya merencanakan penyediaan Call Center atau pusat panggilan 112.

Rencana tersebut mulai dimatangkan oleh melalui sosialisasi dan rapat teknis oleh Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta bersama Dinas Kominfo di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota, Jumat (18/7/2025).

Wakil Walikota, Ely Toisuta menerangkan, program tersebut merupakan salah satu dari 17 program prioritas pemerintah kota (pemkot) yakni melanjutkan pembangunan Ambon Smart City.

“Penyediaan Call Center 112 sangat penting untuk ditindaklanjuti untuk kemaslahatan Kota Ambon. Dan itu tugas pemerintah sesuai UU Nomor 23/2014 untuk menyelenggarakan kedaruratan dan pelayanan publik,”jelas Ely.

Layanan Call Center 112 menjadi bagian dari dimensi smart governance dan smart living. Sehingga apabila terjadi kebakaran, longsor, dan masalah kedaruratan lainnya, masyarakat tidak lagi mengalami kebingungan untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Menurutnya, rapat tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, penyederhanaan prosedur, dan pemanfaatan teknologi untuk kemudahan akses.

“Rapat teknis ini untuk bagaimana melihat kesiapan SDM maupun sarana dan prasarana. Kaita boleh berangan-angan tapi tanpa dukungan semua stakeholder akan mustahil dilakukan,”ujarnya.

Wawali menandaskan, ruang lingkup kedaruratan yang dicover dalam call center 112 akan sangat membantu masyarakat dalam sistem pelayanan.

“Implementasi call center 112 merupakan komitmen kita, dan harus didukung oleh semua OPD. Call center 112 ini rencananya dilaunching tepat pada ulang tahun Kota Ambon 7 September nanti,”imbuhnya.

Sementara Itu, Plt Kadis Kominfo, Ronald H. Lekransy mengatakan, pusat panggilan 112 adalah nomor telephon yang dapat dihubungi saat situasi darurat untuk meminta bantuan, baik berupa layanan medis, layanan kebakaran, layanan bencana, dan kepolisian.

Kata dia, banyak masalah kedaruratan yang terjadi dilingkungan masyarakat, namun terbatasi oleh sistem komunikasi.

“Untuk itu, kami berupaya untuk optimalkan dan mengintegrasikan semua layanan panggilan darurat ke call center 112 tanpa biaya,”ujar Ronald. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button