Sosok

AV Petani dari Dream Leand Hill’s

PENDAPAT

Kali ini ia tampil sebagai orang nomor dua dalam posisinya sebagai cawagub, dan tidak diusung oleh partai koalisi seperti laiknya Pilkada langsung Provini Maluku di tahun 2013 lalu, melainkan sebagai calon independen, yang didukung langsung oleh warga masyarakat di provinsi seribu pulau ini.

Peserta dalam Pilkada langsung Provinsi Maluku di tahun 2018 itu, hanya menghadirkan tiga paslon cagub dan cawagub. Ketiga paslon cagub dan cawagub itu yakni: Said Assagaff-Andreas Rentanubun (Santun), Murad Ismail-Barnabas Orno (MI-BO), dan paslon Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (Hebat).

Nyaris AV dan paslonnya tersebut kandas, karena tak penuhi syarat dukungan. Namun mereka mengugat keputusan KPU Maluku di Bawaslu Maluku. Sehingga putusan Bawaslu Maluku agar dilakukan verifikasi faktual.

Pada akhirnya mereka memenuhi syarat administrasi dukungan warga masyarakat Maluku, untuk maju dalam Pilkada langsung Provinsi Maluku di tahun 2018 tersebut. Meskipun dengan dukungan rakyat, AV bersama paslonnya itu lagi-lagi tampil sebagai paslon fenomenal, dimana sejak Pilkada langsung Provinsi Maluku di helat, mereka merupakan satu-satunya paslon independen yang didukung rakyat. Tapi lagi-lagi AV belum beruntung untuk kedua kalinya tampil dalam Pilkada langsung Provinsi Maluku tersebut.

Ia harus tunduk pada keunggulan paslon cagub dan cawagub MI-BO, sementara rival lamanya Asagaff (Setia) juga belum beruntung seperti laiknya Pilkada langsung Provinsi Maluku di tahun 2013 lalu, dimana berada pada rener up perolehan suara.

Kini setelah dua kali terpelanting dalam kancah kontestasi Pilkada langsung Provinsi Maluku, AV kembali lagi dengan convidence mencari peruntungan, dengan tampil sebagai bakal calon (bacalon) wagub dengan bacalon cagubnya Febry Calvin Tetelepta.

Sebagai ”petarung sejati” kekalahan, dua kali yang dialami AV bukan berarti ia harus berhenti bertarung, namun kekalahan merupakan kemenangan tertunda. Sebenarnya ia figur ”nona manis” yang diincar banyak bacalon cagub, dengan pertimbangan popularitas, representasi dari sisi etnis, agama, dan teritori. Sehingga memiliki nilai jual yang signifikan dihadapan para pemilih di provinsi seribu pulau ini, jika bacalon cagub tersebut berpasangan dengannya, mereka bakal menjadi lawan yang tangguh dalam Pilkada langsung Provinsi Maluku di tahun 2024 ini.

Dalam dinamika komunikasi politik, rupanya figur Tetelepta/FTC-lah yang tertambat hatinya untuk berpasangan dengan AV. Jalan masih panjang, penuh liku-liku untuk memperolah rekomendasi partai politik. Akan tetapi optimisme meraih kantong suara pada Daerah Pemilihan (Dapil) suara terbesar di Provinsi Maluku yakni, tiga kabupaten di Pulau Seram dan Kota Ambon adalah ekspetasi mereka, untuk memenangkan Pilkada langsung Provinsi Maluku di tahun 2024 ini. Hal ini tidak terlepas dari representasi kedua figur ini di dua Dapil tersebut dari aspek etnis, agama, dan teritori.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

IMG 20210826 175601
Penulis, M. Jen Latuconsina.(Dok. Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button