Maluku

Terkait Mirisnya Menu Makan Atlet PON Maluku, DPRD Akan Panggil Satgas Pelatda

potretmaluku.id – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Samson Atapary menyebutkan, usai meninjau Pemusatan Latihan Daerah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Wisma Atlet, Kawasan Karang Panjang Ambon, Kamis (17/6/2021), akan memberikan lapor ke pimpinan terkait permasalah menu makan para atlet yang sempat viral beberapa hari ini.

“Karena ini dalam fungsi pengawasan jadi kita rencana Komisi IV akan lapor ke pimpinan, untuk mengundang KONI, Satgas Pelatda PON XX 2021, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dokter, termasuk ahli gizi yang menangani makanan termasuk catering atlet dan pelatih,” ujar Samson, kepada potretmaluku.id, Kamis malam (17/6/2021).

Menurut Samson, di dewan nanti, semua pihak terkait akan duduk untuk bicara mencari solusi yang terbaik, dalam sisa bulan untuk menuju PON XX Papua di Oktober 2021. Supaya ada perbaikannya.

“Tadi kita langsung kontak Satgas KONI yang mengatur pelayanan di Wisma Atlet. Beliau akan evaluasi lalu coba menindaklanjuti apa yang menjadi temuan kami,” ungkap Samson.

Dia juga mengaku sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sandi Wattimena, dan akan disampaikan oleh Kadis ke Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno, selaku Ketua Tim Kontingan Maluku ke PON XX di Papua.

“Terus tadi apa yang diperoleh dari interaksi dengan atlet dan pelatih, akan ditindaklanjuti. Namun ini semua ada di manajemen KONI Maluku. KONI yang bertanggung jawab. Untuk itu selain KONI, Komisi IV akan memanggil Satgas Pelatda, termasuk yang menyediakan catering ini, lalu ahli gizi yang dipakai serta dokter kesehatan KONI,” tandas Samson.

Samson mengaku pihaknya kamis tadi, sengaja ke Wisma Atlet melihat langsung dan berdialog dengan para atlet dan pelatih, termasuk melihat persiapan mereka menjelang PON di Papua nanti.

“Memang banyak keluhan yang disampaikan kepada kami. Dari aspek pelayanan misalnya. Lalu dari segi ruangan. Malam hari mereka tidak bisa istirahat dengan baik, karena nyamuknya banyak. Padahal siang harinya mereka berlatih capek, dengan harapan malamnya bisa istirahat dengan tenang dan cukup. Tapi itu kadangkala tidak bisa sesuai harapan, karena para atlet terganggu dengan banyaknya nyamuk,” beber Samson.

Selanjutnya, kata Samson, terkait menu makanan para atlet yang menurut dia cukup miris. Sesuai pengakuan para atlet, mereka sejak Maret sampai Juniini, disuguhi menu bubur Manado pada malam dan pagi harinya.

“Jadi selama ini pihak catering datang bawa makanan, lalu ditinggal begitu saja. Sudah begitu, tidak ada dari Satgas, KONI, dokter, atau ahli gizi bicara dengan mereka, untuk mengevaluasi apakah menunya sudah pas di mereka, atau ada keluhan, supaya bisa dicarikan solusi,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Yang pihaknya dari Komisi IV dapatkan saat kunjungan kke Wisma Atket tadi, secara psikologis para atlet cukup terganggu. Samson mempertanyakan bagaimana para atlet mau berkonsentrasi untuk meraih prestasi kalau kondisi ruangan dan menu makan mengganggu psikologi mereka.

Dia mengaku tadi saat pihaknya berkunjung, para atklet dan pelatih sudah selesai sarapan. Tapi sempat diperlihatkan sisa-sisa makanan yang ada.

“Atlet bilang, Pak untuk latihan-latihan berat seperti kami, ini protein harus tinggi. Selama ini tidak seperti itu. Menunya Ikan, telur kadang kala ayam. Menu masakannya mereka usulkan diganti per dua minggu. Atau cateringnya diganti, agar ada variasi menu makanan tidak hanya bubur Manado saja,”

SEBUT BERITA TAK BENAR

Sebelumnya saat menghadap ke Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno, Selasa (15/6/2021) lalu, untuk mengklarifikasi viralnya berita asupan makanan atllet yang diberitakan tidak layak, kepada wartawan di hadapan Wagub yang juga adalah, Ketua Satgas Pelatda PON XX 2021 Jantje Haumase ngotot, apa yang diberitakan tidak lah benar. Dengan alasan yang bersangkutan pemberi keterangan, tidak mengerti menu soal menu yang dirancang oleh KONI Maluku.   

“Saya yakin pelaksanaan menu ini sendiri setelah disusun oleh tim dengan baik. Saya sebagai Ketua Satgas sudah melakukan pertemuan terkait menu, dengan semua pelatih cabang olah raga yang berada di 2 lokasi (pemusatan latihan) yaitu di Wisma Atlir dan Balai Perikanan Poka,” ungkapnya.

Dia mengaku, tidak ada persoalan. Apalagi dirinya membagi konsep menu itu kepada semua peatih. Semua pelatih disebutnya sudah setuju. Hanya ada satu pelatih yang minta supaya dikonsultasikan dengan dokter ahli gizi.

“Kita sudah lakukan itu. Melalui dokter Boy Lawalata, semuanya sudah jelas. Dan pendapat dari dr Boy, semua menunya, apalagi bubur Manado mengandung karbohidrat dan serat yang tinggi,” tegas Janje.

Menurut Janje, pihaknya juga secara rutin per dua minggu melakukan pertemuan dan raat evaluasi, dan sejauh ini tidak ada masalah.

Senada dengan Janje, dr. Boy Lawalata selaku Dokter Kesehatan KONI Provinsi Maluku, juga di hadapan Wagub, mengaku bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan salah satu dokter yang dipercayakan PB PON untuk atlet nasional maupu internasional, mengenai menu yang dirancang KONI Maluku tersebut tidaklah masalah, karena mengandung karbohidrat dan serat.

Penelusuran potretmaluku.id terkait bubur Manado atau yang di daerah asalnya dikenal sebagai bubur Tinutuan ini, sejumlah literatur menyebutkan bahwa kuliner ini terbuat dari campuran beras, jagung, dan ubi kayu yang dicampur juga dengan sayur kangkung, bayam, kemangi dan beberapa bumbu dapur.

Prof Ahmad Sulaeman PhD dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan, bahwa Bubur Manado ialah sepiring makanan yang gizinya cukup komplit.

Berbagai sayuran yang ada di dalam Bubur Manado mengandung serat yang tinggi dan kaya akan antioksidan. Serat yang tinggi tentu bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, selain itu baik juga untuk sistem cerna tubuh.

Prof Ahmad juga mengungkapkan bahwa Bubur Manado sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan, terutama untuk anak-anak.  Hal itu dikarenakan dalam seporsi Bubur Manado memiliki kandungan kurang lebih 250 sampai 300 kalori. Jumlah tersebut juga sangat pas untuk memenuhi kebutuhan asupan energi pada pagi hari.

Lalu apakah bubur Manado layak dijadikan menu untuk para atlet, termasuk dari cabang olahraga yang memerlukan tenaga dan stamina ekstra seperti para petinju? Tidak ada penjelasan dari hasil penelusuran literatur potretmaluku.id terkait itu.

Yang pasti, selain beta-karoten dan lycophene yang ada di dalam sayuran juga bisa digunakan untuk menjadi antioksidan, sehingga akan membuat kulit bisa lebih halus. Lalu kandungan antioksidannya juga baik untuk penglihatan, seperti membantu mencegah masalah pada penglihatan, seperti mata buram hingga katarak.

Dan yang menarik, yang terjadi di Sulawesi Utara, yaitu banyak masyarakat di sana yang mengkonsumsi bubur Manado pada bulan Januari. Hal ini dikarenakan bubur Manado ini sangat efektif untuk menghancurkan lemak dan unsur jahat yang sudah dikonsumsi di akhir tahun.(PM-05)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button