KulinerPendapat

Tepung Sagu Maluku, Si Putih yang Seksi

Oleh: Prof. Dr. Ir. A. M. Sahusilawane dan Dr. Natelda R. Timisela, SP, MP (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura)


Patriot Pangan Lokal Kedaireka yang smart.  Berangkat dari G 2O yang lagi marak di Bali, banyak menyentuh inovasi di berbagai bidang teknologi. Sangat eksis bila ditarik dalam lingkup teknologi terbarukan.

Pangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari inovasi teknologi sekarang ini, bila kita ingin menjadi salah satu negara yang diperhitungkan, selain teknologi digital yang sedang viral kata Erick Tohir menteri BUMN yang menggelontorkan dana sebesar 23 Triliun untuk menunjang G 20 di semua aspek. Sudah waktunya Indonesia menunjukan kelas yang setara negara-negara maju.

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia yang selalu humanis bila dibicarakan dari sudut pandang, negara, sosiologi, ekonomi. hukum, militer, suku, budaya, agama, desa, kota, orang kaya, orang miskin, sampai pada komoditi pangan itu sendiri.

Baca Juga: Mie Sagu Cakalang

Sagu salah satu komoditi pangan utama yang kelak diharapkan akan menjadi primadona di Indonesia.

Mengapa sagu? Di wilayah Indonesia Timur tanaman ini banyak bertumbuh dan awalnya merupakan pangan pokok. Sayangnya banyak ditinggalkan karena terjadi perubahan pola makan sagu ke nasi (beras).

Padahal semua unsur untuk tubuh manusia seperti Karbo Hidrat, glukosa dll yang dimiliki sagu tidak kalah dengan beras.

Menghadapi “tahun kegelapan” (2023) atau isue kerawanan pangan tahun-tahun mendatang (2025) patriot pangan Universitas Pattimura, bersama Program Kedaireka berusaha mengembalikan sagu, sebagai primadona di wilayah Maluku dan Papua. Kedua wilayah ini memiliki hutan sagu yang menjanjikan.

Baca Juga: Teh Ramadelas Produk Lokal Asli Desa Angar Seram Timur

Sagu didivesifikasi dalam berbagai inovasi mulai dari tepung sagu yang dapat dijadikan berbagai jenis olahan pangan mulai dari mie, burger, pizza termasuk berbagai kue (basah maupun kering) setara terigu maupun beras sampai rencana menembus dunia kosmetik maupun farmasi, bahkan dapat dikembangkan menjadi energi terbarukan.

Tepung sagu yang putih bersih sudah waktunya disandingkan dengan jagung, kedelai, terigu, beras dan lain-lain.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button