Ambon Dolo-dolo

Sinau Wisata Ka Negeri Hila, Lia Masjid deng Gereja Tua

AMBON DOLO-DOLO

Gereja Santo Jacobus. Itu nama pertama yang diberikan oleh Portugis. Setelah diambil alih Belanda, taong 1605, namanya masih dipertahankan. Padahal, saat itu, gereja kayu tersebut dikasi basar. Nanti, waktu Bernardus Van Plueren jadi Gubernur Jenderal Belanda untuk Maluku, taong 1780, antua ganti akang pung nama jadi Gereja Immanuel. Fungsinya juga berubah jadi gereja Protestan (hila.desa.id).

Keberadaan masjid tertua deng gereja tertua, yang akang pung jarak hanya 150 meter, bukti tingginya toleransi antara umat Islam dan kaum Nasrani di Maluku. Meski berbeda agama, dorang hidup rukun, satu deng laeng seng bakalai.

Selain masjid deng gereja tertua, di Negeri Hila juga ada Benteng Amsterdam. Bentuknya kotak, seperti sebutan dalam bahasa Belanda, Block Huis. Benteng ini didirikan pertama kali oleh Portugis, taong 1512, sebagai gudang rempah. Belanda datang, rebut akang, taong 1605. Sudah terjadi beberapa kali pemugaran terhadap benteng itu. Nama Benteng Amsterdam diberikan oleh Arnold de Vlaming Van Oudtshoorn. Meneer ini merupakan Gubernur Hindia Belanda di Kepulauan Maluku, periode antara tahun 1651-1656.

Keberadaan Masjid Tua Wapauwe, Gereja Tua Immanuel, deng Benteng Amterdam, jadi saksi peran Negeri Hila sebagai mata rantai penting di jalur rempah. Akang pung carita bukan saja terkait sejarah kolonialisme di Indonesia, tapi juga persebaran agama (Islam, Katolik, dan Protestan) di Tanah Air.

Taong 2022, Negeri Hila ditetapkan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia. Ini program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2022. Warisan budaya deng sejarah yang terawat baik, menjadikan Negeri Hila salalu jadi destinasi yang menarik bagi wisatawan Nusantara dan mancanegara.[*]

Makassar, 6 Maret 2024

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rusdin Tompo
Penulis, Rusdin Tompo.(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button