Saat Laut Menutup Pintu, Daratan Membuka Isyarat
Pengetahuan Lama di Tengah Iklim yang Berubah (2)
“Kalau pada saat hujan air di kali itu mengalir, dan mati saat hujan reda dan itu berlangsung selama tiga kali berturut-turut, itu kita sudah tahu, dua atau tiga hari kedepan, musim timur sudah berakhir,” tuturnya. Akurasi prediksi ini seringkali mengalahkan prakiraan cuaca mingguan yang ada di televisi.
Gempabumi merupakan satu fenomena alam yang sulit untuk diprediksi secara pasti oleh sains modern. Meski begitu, masyarakat lokal seperti di Negeri Tial, Waai dan Liang memiliki pengetahuan tradisional tentang hal tersebut berdasarkan pengalaman dan historis yang dialami. Memori kolektif tentang gempa dahulunya disimpan dalam lagu-lagu rakyat dan cerita pengantar tidur.
Pengetahuan lokal dan pengalaman historis mencatat beberapa tanda-tanda alam, yang dapat dikaitkan dengan potensi terjadinya gempabumi, seperti perubahan pada perilaku hewan peliharaan maupun hewan liar, dari kilat dan lainnya. Insting hewan yang melampaui panca indera manusia menjadi sistem radar organik bagi warga.
“Kalau tentang gempa, kita biasa nanaku dari perilaku hewan, seperti ayam mulai gelisah dan mulai menghindar, itu menjadi pengetahuan kami,” gumam Arfan. Ayam yang biasanya bertengger tenang di malam hari tiba-tiba berhamburan menjadi pemandangan yang mencekam bagi mereka yang tahu maknanya.
Di Negeri Waai, pengetahuan lokal itu juga menjadi tradisi dan masih berlaku. Keyakinan atas pengetahuan itu berdasarkan pengalaman yang telah terjadi berulang kali.
Bahkan itu sudah menjadi hal umum bagi masyarakat setempat. Nanaku adalah bahasa ibu kedua bagi warga Waai.
Yakobus Reawaru (54 tahun), salah satu tokoh adat Negeri Waai menyebut, gempabumi hingga tsunami bukan baru terjadi beberapa tahun terakhir. Namun sudah dialami oleh orang-orang tua terdahulu, dan sudah menjadi cerita rakyat, termasuk juga pengalaman orang tua terdahulu tentang bagaimana mengenali tanda-tandanya.
“Kalau tentang gempabumi, kita di sini biasa Nanaku perilaku hewan, kalau katak air sudah banyak masuk ke dalam kampung hingga ke rumah-rumah warga, anjing menggonggong tak henti-henti, hewan-hewan terlihat seperti cemas-cemas, itu akan terjadi gempa,” kata Yakobus sambil sesekali menghembuskan asap rokok.

Selain perilaku hewan, munculnya penampakan cahaya kilat misterius di langit sesaat, juga menjadi salah satu tanda akan terjadi gempa. Pengamatan itu sudah terbukti berulang kali, setiap terjadinya gempabumi di wilayah Kecamatan Salahutu beberapa tahun terakhir.
“Mungkin secara ilmiah kita tidak bisa menjelaskan itu. Tapi pengalaman kita nanaku tanda-tanda alam itu terbukti saat setiap gempa terjadi, sampai sekarang kita meyakini itu,” imbuhnya. Keyakinan ini adalah fondasi psikologis yang membuat mereka tetap tangguh di daerah bencana.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



