Pendapat

Prof Karta Jayadi, KOPI HAJI, dan Perayaan Spiritualitas

PENDAPAT

Unlimited bisa dimaknai sebagai sebuah metafora, konsep yang melampaui batas-batas potensi manusia. Bahwa ada sumber potensi kebajikan yang perlu diejawantahkan dalam berbagai wujud karya dan kemanusiaan.

Dengan memberi, tidak berarti seseorang menegaskan pengakuan atas eksistensi dirinya, tetapi menunjukkan bahwa dia bagian dari diri mereka. Apalagi jika itu didasarkan niat yang tulus karena Allah Ta’ala.

Konsep ini secara positif dapat menjadi motivasi bagi kita untuk berbuat baik tanpa batas, di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja.

Juga berarti memiliki kepedulian, siri na pacce tanpa batas, dan berkontribusi dengan apa yang dapat kita berikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Keteladanan itu sudah beliau tunjukkan dengan mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan dunia pendidikan, kesenian, dan kebudayaan.

Sehingga momen Musik dan Puisi “KOPI HAJI” ini, bagi saya, merupakan perayaan spiritualitas yang bukan hanya berkesan bagi pribadi Prof Karta Jayadi ketika menjalani peristiwa naik haji.

Namun, juga memberi pesan bagi kami yang hadir, baik secara tersurat yang disampaikan lewat kisah, lagu, dan puisi, maupun secara tersirat lewat pemaknaan masing-masing.

*

Kepada siapa saja, saya sering katakan bahwa setiap pertunjukan pasti ada “bintangnya”, ada “gongnya”. Malam itu, bintangnya tak lain adalah Prof Karta Jayadi.

Dua lagu Ebiet G Ade yang dinyanyikan, dan ditingkahi puisi oleh Ram Prapanca, menegaskan dirinya sebagai seniman, dan tentu penyanyi.

Bukti bahwa beliau penyanyi bisa dilihat pada kanal YouTube Karta Jayadi Official yang punya 1,87 ribu subscriber. Di platform konten berbagi video itu, kita bisa menikmati suara merdunya yang diiringi Langgam Samboritta.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Berita Serupa

Back to top button