Cerita Terbaik Perubahan PerilakuMaluku

Kalsum, Tak Pernah Putus Asa

CERITA-CERITA TERBAIK PERUBAHAN PERILAKU

Membantu Urusan Adminduk

Meskipun warga Buton di Kahena berpendapatan di bawah rata-rata, tapi tidak semua mendapatkan bantuan keanggotaan BPJS, Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sosial lainnya. Penyebabnya, banyak yang tidak memiliki dokumen adminstrasi kependudukan (adminduk) yang lengkap, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun Akta Kelahiran.

Beberapa pasangan yang menikah siri, juga kebingungan bagaimana cara mendapatkan dokumen kependudukan. Ibu Kalsum kerap harus meluangkan waktu ke kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon untuk mendampingi warga yang belum memiliki KK dan KTP.

Baca Juga: LAPPAN Dorong Capaian Vaksin COVID-19 di Maluku Tengah Melalui Pelatihan Kader

Perkawinan Dini dan Stunting

Ibu Kalsum bercerita, di lokasi tempat tinggalnya beberapa pasangan menikah di usia 14-17 tahun. Mereka kemudian melahirkan anak-anak yang stunting. Beberapa ada yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Pernikahan usia anak sendiri disebabkan oleh banyak faktor, antara lain masalah pergaulan bebas, pola asuh dalam keluarga, kemiskinan, serta rendahnya pendidikan.  Posyandu Kahena berada di wilayah perkotaan yang padat dan didominasi oleh populasi miskin, sehingga mendorong peran kader harus melakukan berbagai cara agar dapat merubah pola pikir warga, dengan pendekatan kekeluargaan.

kalsum
Pelayanan kesehatan di Posyandu Matahari Dusun Kahena RT 07/17 di Desa Batumerah Sirimau Kota Ambon.(Foto: Dok. LAPPAN)

Penanggulangan Pandemi COVID-19

Sejak pandemi COVID-19 melanda, jumlah balita yang hadir ke Posyandu berkurang drastis, hanya sekitar 25 dari total 125 balita yang biasanya hadir. Menurut Ibu Kalsum, orang tua ketakutan membawa anak-anaknya untuk diimunisasi. Alasannya mereka takut jika anak-anak harus divaksin COVID-19. Kebanyakan orang tua masih terpapar informasi hoaks.

Sejak Juli 2022, Ibu Kalsum adalah salah satu kader posyandu yang ikut dalam pelatihan kader terkait dengan komunikasi perubahan perilaku yang diselenggarakan LAPPAN dengan dukungan UNICEF. Peserta dilatih menyampaikan pesan edukasi bahwa imunisasi penting bagi kesehatan bayi dan balita karena dapat mencegah berbagai penyakit.

Baca Juga: Dinkes Maluku Gelar Lokakarya Management Vaksin Efektif di Buru

Komunikasi perubahan perilaku dilakukan agar orang tua dan masyarakat bisa didengarkan keluhannya.  Beberapa warga setelah diedukasi akan mendatangi rumah dan minta difasilitasi untuk diimunisasi anaknya maupun divaksin COVID 19.

Ibu Kalsum menambahkan, ada beberapa masyarakat yang menolak membuka pintu, karena berpikir mereka yang datang adalah orang-orang yang berniat menipu.  Namun ia selalu mencari cara agar dapat menjangkau warga dan mendengarkan cerita mereka.

Masyarakat menolak vaksin umumnya karena tidak paham manfaat vaksin atau mempercayai informasi hoaks sehingga mereka ketakutan. Informasi hoaks juga beredar dari mulut ke mulut saat mama-mama bercengkerama di depan rumah. Misalnya, vaksin COVID-19 dipercaya menyebabkan kematian dan beredar informasi bahwa ada warga yang sakit dan lemas setelah divaksin.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button