Kalsum, Tak Pernah Putus Asa
CERITA-CERITA TERBAIK PERUBAHAN PERILAKU
Oleh Ibu Kalsum dan para kader, materi edukasi untuk komunikasi perubahan perilaku dikembangkan untuk sosialisasi agar orang tua membawa balita diimunisasi ke Posyandu. Edukasi perubahan perilaku dilakukan dengan menjangkau orang dari rumah ke rumah.
“Tujuan kita bukan saja memberikan informasi yang akurat, namun juga mendengarkan keluhan dan perasaan mereka,” jelasnya.
Proses edukasi melalui penjangkauan ke rumah dimulai sejak Juli 2022. Pada bulan Oktober, hasilnya mulai terlihat. Jumlah anak yang dibawa ke Posyandu untuk imunisasi rutin dan campak rubella meningkat hingga mencapai 60-70 anak. Sedangkan untuk vaksin COVID 19, masih ada yang masih ketakutan.
Baca Juga: RAN PE Harapan Besar Tak Terulangnya Peristiwa Kelam di Maluku
Beberapa warga yang setelah diedukasi mulai datang ke kader meminta minta difasilitasi untuk divaksin. Kader harus melakukan koordinasi dengan tenaga Kesehatan karena biasanya vaksin COVID 19 tersedia posko di Lapangan Merdeka Ambon atau Puskesmas Arbes.
Tantangan yang dihadapi oleh Ibu Kalsum adalah mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi rumah warga. Pada umumnya, karena kesibukan pada suami yang harus bekerja sepanjang hari, kader hanya berhasil menemui para istri atau anak.
Beberapa kali kader dapat berdiskusi dengan bapak-bapak, namun umumnya mereka masih menolak divaksin COVID-19 karena belum memiliki pemahaman. Sehingga harus dilakukan sosialisasi oleh tenaga kesehatan. Kendala yang ditemui warga, biasanya dikomunikasikan dengan LAPPAN. Kemudian LAPPAN melakukan koordinasi dengan Puskesmas Airbesar untuk membangun pemahaman masyarakat terkait vaksin COVID 19.

Tantangan lainnya adalah minimnya kompensasi yang mereka terima. Kader Posyandu mendapatkan insentif Rp100.000 per bulan dari pemerintah desa yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Walau insentif kader lambat dibayarkan, mereka tetap totalitas dan loyal dalam melakukan pelayanan di posyandu.
Menurut Ibu Kalsum, kader harus semangat dan loyal karena sudah berkomitmen untuk warga meskipun kompensasi yang mereka terima hanya ala kadarnya.
“Pesan saya, masyarakat yang sudah diedukasi mulai sadar untuk divaksin dan mengajak keluarga mereka. Demi perlindungan bagi keluarga dan kebaikan bersama,” tuturnya.(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tulisan-tulisan yang dipublikasi mulai hari ini, di potretmaluku.id dengan tajuk “Cerita-cerita Terbaik Perubahan Perilaku“, merupakan kerja sama dengan Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku, dengan dukungan dana UNICEF Perwakilan Makassar, memberikan gambaran komprehensif dari pengalaman para kader melakukan penjangkauan dengan tabaos (sebaran informasi) kepada masyarakat yang memberikan dampak yang sangat siginifikan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



