Jenama City of Music Menjelang Perayaan HUT ke-450 Kota Ambon
Oleh: Ronny Loppies (Direktur Ambon Music Office, Focal Point Ambon UNESCO City of Music, dan Regional Ambassador of Asia Pacific UNESCO Cities of Music)
Ambon segera berusia 450 tahun pada 7 September 2025. Usia yang matang untuk membicarakan keberlanjutan kota dari berbagai sisi, terutama konsep pembangunan berkelanjutan. Salah satu perhatian penting adalah pada penjenamaan (branding) internasional UNESCO City of Music yang kini melekat pada platform Ambon.
Mewujudkan penjenamaan itu butuh keselarasan dan keterhubungan kuat antara posisi Kota dan Kota Kreatif. Dampak yang dapat langsung dirasakan pemangku kepentingan kota, terutama masyarakat, nyatanya telah diperoleh melalui program quick win implementasi jenama City of Music. Program ini diaktivasi melalui ruang (space), komunitas (community), dan pemodelan (modelling).
Jenama penting untuk memfokuskan arah kota Ambon, tujuan, serta ruang lingkup kerja manajemen penjenamaan kota sesuai fakta dan proyeksi yang tepat. Tujuannya untuk mencapai strategi penjenamaan (branding strategy) dan rencana aksi destinasi jenama. Komponen-komponen pentingnya harus diperkuat, meliputi visi, misi, pemosisian, nilai, hakikat, manfaat emosional dan personalitas jenama.
Strategi jenama yang jelas akan memberikan rencana pengembangan destinasi penjenamaan yang sistematis, koheren, dan kuat. Hal ini juga akan menyelaraskan visi dan misi, sasaran, serta kondisi lingkungan jenama.
Penciptaan citra positif dan pemfokusan dari jenama Ambon City of Music akan membedakan Ambon dengan kota-kota lainnya, serta meningkatkan daya tarik secara nasional dan internasional. Strategi jenama yang fokus pada penciptaan kesan positif dengan mengomunikasikan nilai dan identitas kota secara konsisten sangat penting dibangun. Hal inilah yang belum disadari berbagai pihak.
Jaringan Kota Kreatif secara internasional adalah inisiatif UNESCO untuk membangun kerja sama antar kota yang kreativitasnya dipahami sebagai faktor penting pembangunan. Oleh karena itu, pada perayaan HUT ke-450 ini, Ambon seyogianya memanfaatkan akar musiknya seperti yang tertuang dalam logo HUT ke-450. Kota ini harus melihat peluang untuk memanfaatkan potensi budaya musik secara lebih optimal dan berkelanjutan, sehingga dapat membagikannya serta menginspirasi kota-kota lain.
Ambon juga bisa berpartisipasi dalam dialog internasional tentang pembangunan kota berbasis budaya dan menggunakannya sebagai pengungkit pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals 2030, New Urban Agenda, dan Mondiacult 2022/2025).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



