Maluku TengahPendapat

Jembatan Kawa-Nua Putus, Nasib Masyarakat Seram Selatan Terpuruk

Sebagaimana diketahui, pasca ambruknya jembatan Kawa-Nua mengakibatkan akses jalan dari wilayah Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur menuju ke Tehoru  dan Masohi di Kabupaten Maluku Tengah, harus dilalui dengan dua jalur yakni darat dan laut.

Masyarakat harus melalui jalur darat sepanjang wilayah Siwalalat dan Telutih menuju ke Yaputih, lantas melanjutkan perjalanan dengan  jalur laut ke Tehoru. Setelah itu baru bias kembali melanjutkan perjalanan lewat jalur darat ke Kota Masohi.

Kondisi Jembatan Kawa-Nua yang mengalami kerusakan berat, bukan saja memutuskan akses masyarakat menuju ke pusat kecamatan dan kabupaten, tetapi tentunya berpengaruh terhadap keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pada wilayah Seram Selatan.

Situasi yang dialami oleh Petrus Serumena, yang informasinya meninggal dunia tadi pagi lantaran terlambat untuk ditangani di RSUD Masohi, mungkin saja akan dialami juga oleh masyarakat yang lain di waktu-waktu yang akan datang.

Dengan kondisi yang ada, Bernard Lilihata, Ketua Latupati Kecamatan Tehoru, yang juga adalah Ketua Daerah AMGM Daerah Telutih (Tehoru, Telutih, Siwalalat), berharap pemerintah lewat  Balai Jalan Nasional bersama Balai Wilayah Sungai Maluku, sera Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dapat dengan segera mempercepat proses pengerjaan jembatan darurat dan perbaikan Jembatan Kawa-Nua yang rusak, demi menjamin keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah Tehoru, Telutih dan Siwalalat.

Ia menyebutkan, kondisi masyarakat akan semakin terpuruk karena hasil-hasil alam mengalami penurunan harga jual. Belum lagi ditambah dengan kelangkaan minyak atau bahan bakar, serta harga kebutuhan bahan pokok yang semakin meningkat.(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DARI PORETMALUKU.ID DI GOOGLE NEWS

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button