Maluku

Ini Suka Duka Pekerja Kemanusian Dwi Prihandini Selama Lakukan Pelayanan di Maluku

potretmaluku.idPekerja kemanusiaan Dwi Prihandini menuturkan, selama tujuh tahun melakukan pelayanan di Kepulauan Maluku, tantangan terberat yang ditemuainya yakni dari internal maupun eksternal.

“Tantangan internal, saya harus bekerja ekstra, agar dapat menyisihkan penghasilan untuk pelayanan di Maluku. Mengingat [lembaganya] Clerry Cleffy Institute (CCI) tidak membuka rekening, dan saya tidak menerima donasi dari mana pun,” tandas Dwi, kepada potretmaluku.id, Jumat (11/2/2022).

Sedangkan tantangan eksternal yang dia alami, kata Dwi, antara lain yaitu perlakuan diskriminatif dari oknum-oknum tertentu. Dia bahkan pernah juga diteror.

“Saya juga sering dikira bertujuan atau punya motif politik. Itu tidak benar. Saya tidak tertarik dengan politik dan tidak terdaftar di keanggotaan partai manapun,” tegasnya.

Bagi Dwi, semua pelayanan di Maluku sangat berkesan, dan meninggalkan makna mendalam bagi pertumbuhan pribadinya. Baik secara spiritual maupun secara emosional, khsususnya ikatan emosional antara dia dan Maluku.

“Salah satunya ketika saya mengunjungi anak disabilitas di dalah satu desa di Kepulauan Aru, untuk mengantarkan kursi roda. Anak itu tergolek di lantai kayu. Sementara kedua orang tuanya bekerja di hutan untuk mencari bahan makanan. Disitu saya mengalami pergolakan batin dan sangat sedih,” tuturnya.

Itu sebabnya, Dwi berharap seluruh relawan, tetap melalukan pelayanan sesuai dengan visi misi dari CCI.

Lebih lanjut, Dwi katakan, bahwa jujur dirinya tidak memikirkan sustainability CCI, mengingat lembaga ini dirikannya hanya untuk mengenang almarhum Clerry Cleffy.

Karenanya Dwi sengaja tidak membuka rekening atas nama CCI, dan dirinya tidak mau menerima donasi,.

“Artinya jika suatu saat saya meninggal dunia, maka CCI Maluku selesai dan semoga bisa menjadi kenangan indah bagi siapapun yang pernah dilayani di Maluku,” pungkasnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Kue/Cookies Enak Berkualitas dari Inggrid Bakery & Pastry

Berita Serupa

Back to top button