AmboinaMalukuNasional

Gubernur & Wamen ESDM Bahas Kesiapan Jelang Peletakan Batu Pertama Blok Masela

potretmaluku.id – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bersama Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, Senin kemarin menggelar pertemuan di ruang rapat Gubernur Maluku, Senin (27/4/2026) kemarin.

Pertemuan kedua belapihak itu dalam rangka membahas agenda utama yakni peletakan batu pertama atau groundbreaking pengembangan lapangan abadi Blok Migas Masela sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) prioritas pemerintah Indonesia di Provinsi Maluku yang rencananya berlangsung pada Mei mendatang.

“Tadi pagi (kemarin-red) saya berkesempatan bertemu dengan Wakil Menteri ESDM. Beliau datang membawa kabar gembira kepada kita di Maluku, pastikan groundbreaking akan dilakukan awal Mei nanti,” ungkap Hendrik.

Untuk memastikan prosesnya berjalan lancar, Hendrik telah meminta Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk menyelesaikan persoalan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan blok abadi Masela.

Tim terpadu juga telah melakukan identifikasi di lapangan guna meminimalisir hambatan terkait persoalan lahan yang dapat berdampak ada realisasi proyek yang menelan anggaran 350 triliun tersebut.

Dalma pertemuan itu, Hendrik juga menyampaikan jumlah anggaran pengganti kepada masyarakat sesuai dengan tingkat kepuasan. Karena tanah yang diklaim negara sebagai kawasan hutan itu telah dikuasai oleh masyarakat secara turun-temurun, jauh sebelum negara ini ada.

“Apapun statusnya, tentu akan menimbulkan benturan karena masyarakat merasa telah menguasai tanah sebelum negara ini ada. Jadi kalau mau dipakai pemerintah untuk PSN, maka harus dengan kompensasi yang wajar,” jelasnya.

Hendrik juga mengaku telah menyampaikan hal serupa ke Presiden INPEX sebagai kontraktor yang akan mengelola Blok Masela agar jangan sampai kompensasi kepada masyarakat itu menjadi hambatan dalam pengembangan proyek tersebut.

“Investasi proyek ini mencapai 350 triliun yang cukup besar, jangan karena kompensasi kepada masyarakat menjadi penghambat. Karena itu saya minta kompensasi harus wajar, sehingga masyarakat disana juga puas dan senang” ujarnya.

Hendrik memastikan kepada Kementerian ESDM bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku juga berada dalam satu visi yang sama. Bahwa kepentingan negara maupun kepentingan investor harus diakomodasi sejalan dan seiring dengan kepentingan masyarakat setempat.

“Kita doakan saja supaya proses ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Karena ini demi dan untuk Maluku,” ungkapnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button