Amboina

Hingga 2021 Rumah Singgah Sahabat Melindungi Terus Didukung Pemerhati Maluku Dwi Prihandini

potretmalukuID – Hingga tahun 2021, pekerja kemanusiaan yang juga pemerhati Maluku Dwi Prihandini, telah mengeluarkan dana sebanyak Rp.52.000.000 sebagai bantuan kepada Rumah Singgah Sahabat Melindungi (RSSM) di Ambon.

“Terhitung sejak bulan Agustus 2020 hingga 2021 ini, total sudah sebanyak Rp.52.000.000 bantuan dari saya kepada RSSM. Baik dalam bentuk barang, bantuan uang tunai dan juga beasiswa,” ujar Dwi, kepada potretmaluku.id, Minggu (5/12/2021).

Dia menuturkan, dari total bantuan tersebut, ada bantuan berupa dua buah sepeda seharga @Rp.1,5 juta total 3 juta. Kemudian ada pula 12 sepeda seharga @Rp.1 juta (total Rp.12 juta). Kemudian bantuan empat buah handphone seharga @Rp.3 juta (total Rp.12 juta).

Selanjutnya untuk bantuan dua beasiswa, dengan jumlah total Rp.5 juta, serta untuk biaya kontrakan rumah bagi RSSM selama dua tahun dengan harga @Rp.10 juta (total Rp.20 juta).

“Untuk tahun ini sewa kontrakan rumah tetap saya berikan, namun karena pihak RSSM dibebaskan biaya sewa oleh pemiliknya, maka dana tersebut dialihkan untuk renovasi dan perbaikan fasilitas umum bagi anak-anak,” ungkap Dwi, yang mengaku semua dananya dari uang pribadinya.

Dia menyebutkan, turut merasa bersyukur sebab sudah mulai banyak pihak yang juga membantu RSSM. Tapi yang menjadi permasalahan bagi Dwi, adalah persoalan krusial seperti tempat belajar untuk anak-anak.

“Karena sampai sekarang belum ada tempat yang permanen untuk hal tersebut. Dan bersyukur dengan dibebaskan biaya sewa tempat maka artinya anak-anak tersebut memiliki tempat yang mungkin semi permanen untuk mereka. Dengan demikian dana untuk sewa kontrakan dapat dialihkan menjadi dana renovasi tempat tersebut,” ucapnya.

Dwi juga menambahkan, menurut informasi dari penggerak RSSM Edwin Mangare, lokasi rumah yang ada cukup strategis, sehingga mudah untuk dijangkau oleh anak-anak.

“Hal ini sangat baik, karena anak-anak masih bisa belajar dan mencapai tempat tersebut dengan tidak memerlukan effort yang cukup banyak. Itu artinya mereka masih bisa berjualan koran dan memulung sampah, dan tentunya masih bisa belajar,” pungkas Dwi.

Sementara itu, penggagas dan penggerak RSSM, Edwin Mngare, kepada potretmaluku.id menuturkan, hingga saat ini mereka telah membina sebanyak 48 anak. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2020, yang hanya sebanyak 20 anak.

“Saat ini anak-anak dibantu belajar oleh tim pengajar dan juga relawan Sahabat Melindungi,” ungkapnya.

Menurut Edwin, ada juga relawan dari kesehatan yang tergabung dalam tim bentukannya, yakni Sahabat Melindungi.

“Dari anak-anak muda Maluku yang memberikan bantuan untuk anak-anak, dalam bentuk mendukung proses belajar mengajar, dan juga membantu menjaga kesehatan mereka,” jelas Edwin.

Edwin juga menambahkan bahwa kendala utama yang ditemui adalah tempat. Sebab yang sekarang ini belum permanen.

Tempat yang digunakan saat ini, kata Edwin, merupaan bantuan dari Dwi Prihandini pada tahun 2020.

“Sampai saat ini juga beliau masih tetap membantu kami. Kemarin beliau memberikan bantuan Rp.10 juta, pada kunjungan beliau di bulan September. Jadi rumah singgah saat ini akan kami rehab, lebih diperluas karena di dalamnya kami akan tata lagi untuk perpustakaan di dalam rumah singgah. Juga tempat mereka mengelola makanan masak di situ sehingga anak-anak ini akan kondisinya lebih membaik,” ungkapnya.

Baca Juga: Pekerja Kemanusiaan Dwi Prihandini, Terus Bantu Mitranya di Maluku dan Malut Saat Pandemi Covid-19[/box]

Edwin berharap, kedepan anak-anak ini bisa lebih pandai, karena mereka harus menghadapi tantangan masa depan yang lebih berat.

Generasi sekarang, disebut Edwin, harus lebih kuat. Tentunya ada anak-anak yang masih bisa bersekolah dan juga ada anak-anak yang saat ini putus sekolah.

“Namun kita tetap ada proses belajar mengajar, sehingga pada akhirnya nanti saya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan, bagaimana dengan anak-anak yang belum pernah sekolah dan yang putus sekolah,” harapnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button