ERB 2026 di Maluku: Wujud Nyata Kehadiran Rupiah Sampai ke Ujung Negeri
potretmaluku.id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bersama TNI AL kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen BI dalam memastikan ketersedian uang Rupiah layak edar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ERB menjadi bukti nyata BI dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Mata Uang.
Berdasarkan peraturan tersebut, BI bertugas menyediakan uang rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan, dalam kondisi berkualitas dan layak edar.
Melalui penyelenggaraan kegiatan dimaksud diharapkan dapat memperluas jangkauan pemenuhan kebutuhan uang rupiah, mempercepat penarikan uang tidak layak edar (clean money policy) dari masyarakat, terpenuhinya uang layak edar bagi masyarakat, sekaligus menegaskan Rupiah sebagai identitas dan alat pemersatu bangsa.
Tahun ini, ERB akan menjangkau 115 pulau di wilayah NKRI. Adapun dalam penyelenggaraan di Provinsi Maluku, ERB akan berlangsung pada tanggal 29 April hingga Mei 2026.
Perjalanan tim ERB menggunakan kapal perang KRI Dorang-874 menjangkau enam pulau wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Maluku, yakni Pulau Kur, Pulau Teor, Pulau Kesui, Pulau Seram, Pulau Buru dan Pulau Manipa.
Pelaksanaan ERB 2026 di Maluku secara resmi ditandai dengan pelepasan KRI Dorang-874 di Pangkalan TNI AL (Kodaeral IX) Ambon dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Plt Kepala Perwakilan BI Maluku Dhita Aditya Nugraha, Komandan KodaerAL IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Kepala Divisi Command Center Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, I Gede Amawa, Pejabat Utama Kodaeral IX Pabandya Opsus Ban II Ops Sops AL Letkol Laut (P) Fajar Adha, dan pimpinan perbankan Kota Ambon.
Plt. Kepala BI Maluku, Dhita Aditya Nugraha menegaskan, sesuai amanat UUD 1945, UU Bank Indonesia, dan UU Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, yang juga merupakan simbol kedaulatan negara.
“Sejalan dengan hal itu, penyelenggaraan ERB tersebut untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dan kualitas yang beredar di masyarakat khususnya di daerah blank spot yang selama ini belum dapat dijangkau oleh Bl maupun perbankan dalam pengedaran uang Rupiah,” ujar Aditya.
Dalam menjawab tantangan, peredaran rupiah khususnya di wilayah 3T baik dari sisi geografis, infrastruktur maupun jaringan telekomunikasi, dan keberagaman tingkat pendidikan, BI bersinergi dengan seluruh mitra kerja strategis, termasuk TNI AL.
“Sinergi yang telah terjalin ini akan terus diperkuat kedepannya,” imbuhnya.
Adapun sebagai wujud nyata dukungan BI terhadap pengembangan sumber daya manusia di daerah selain penukaran uang rupiah, penyelenggaraan ERB di Maluku kali ini akan dirangkaikan dengan beberapa kegiatan, yakni edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat, edukasi bela negara dari TNI AL kepada masyarakat, edukasi siaga bencana pesisir pulau, program kemitraan bersama edukasi CBP rupiah dengan Duta Marinyo di setiap Pulau, dan pemasangan signage ekspedisi rupiah berdaulat, sebagai simbol kehadiran rupiah di seluruh pelosok negeri.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ERB di Maluku, diharapkan dapat menjaga ketersediaan uang layak edar dan cukup di bumi raja-raja sehingga dapat mendukung perekonomian Provinsi Maluku, menjaga kedaulatan Indonesia dengan memastikan distribusi dan penggunaan uang rupiah telah merata di seluruh NKRI termasuk di wilayah 3T.
“Selain itu, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait CBP rupiah, dimana masyarakat dapat merawat, menjaga, menggunakan, dan juga memahami rupiah dengan lebih bijak,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



