Pendapat

Indonesia Berisiko Kehilangan Peluang Emas Ekonomi

PENDAPAT

Perubahan ekonomi yang terjadi di provinsi-provinsi yang tidak memiliki gelombang penduduk usia kerja tidak dapat dikaitkan dengan kondisi demografi. Provinsi-provinsi yang hanya menikmati peluang dividen demografi yang singkat juga tidak akan merasakan dampak demografi.

Namun, provinsi-provinsi yang mengalami periode peluang dividen demografi yang lebih panjang akan mengalami kemajuan lebih lanjut. Hal ini akan menyebabkan peningkatan ketimpangan pembangunan antar provinsi di Indonesia jika tidak ada intervensi dari pemerintah.

Saat ini terdapat enam provinsi yang akan kehilangan kesempatan mendapatkan bonus demografi. Semua provinsi tersebut berada di luar pulau Jawa. Selama pusat-pusat kegiatan ekonomi atau pusat pertumbuhan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, maka peluang untuk mendapatkan bonus demografi di luar Pulau Jawa akan semakin kecil dan kesempatannya semakin pendek. Sementara itu, kesempatan bagi provinsi-provinsi di Jawa menjadi lebih panjang. Ketimpangan pembangunan ini menjadi isu utama dalam mewujudkan bonus demografi bagi Indonesia secara lebih luas.

Demikian juga, peluang bonus demografi akan hilang jika penduduk usia produktif memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Penghasilan mereka akan selalu rendah sehingga mereka tidak akan berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Rata-rata penduduk Indonesia berusia 25 tahun ke atas hanya mengenyam pendidikan selama 8,54 tahun atau setara dengan lulus sekolah menengah pertama pada usia 15 tahun.

Dalam hal kesehatan, Indonesia juga menghadapi masalah serius. Penduduk Indonesia yang berada di usia kerja tidak dapat menjadi produktif jika mereka tidak sehat. Lebih dari seperempat anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting (kerdil) akibat kekurangan gizi, yang membuat mereka menghadapi masalah kesehatan seumur hidup.

Tingkat pengangguran masih tinggi di beberapa provinsi. Secara nasional, tingkat pengangguran telah menurun dan kurang dari 6 persen. Namun, banyak penduduk usia produktif yang bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit dari yang mereka inginkan, yang berarti mereka setengah menganggur, dan hal ini berimplikasi pada pembangunan ekonomi.

Indonesia masih dibayangi oleh ancaman krisis air dan energi. Jika pemerintah gagal mengelola krisis-krisis ini, Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bonus demografi.

Mewujudkan dividen demografi juga dipengaruhi oleh struktur ekonomi suatu negara. Ekonomi suatu negara dapat dipimpin oleh sektor industri yang bernilai tinggi, namun di Indonesia sedang terjadi deindustrialisasi. Sektor manufaktur, yang memiliki produktivitas tinggi, mengalami penurunan kontribusi terhadap produk domestik bruto. Produk bernilai tambah belum berkembang dengan baik, sehingga ekspor Indonesia didominasi oleh komoditas primer dan barang setengah jadi.

Hambatan-hambatan untuk mengambil keuntungan dari jendela peluang demografis yang dibuka pada tahun 2012 di Indonesia semakin besar. Kecuali ada perubahan konsentrasi pusat-pusat ekonomi di luar Jawa dan program keluarga berencana di bagian timur Indonesia, Indonesia akan tetap terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah.


Werry Darta Taifur adalah seorang profesor ekonomi di Universitas Andalas, Padang, Indonesia. Beliau menjabat sebagai rektor dari tahun 2011-2015. Minat penelitiannya adalah pada kemiskinan, keuangan daerah dan perencanaan pembangunan.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan 21 November 2022 tanggal di bawah lisensi Creative Commons oleh 360info™.

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button