Pendapat

Harapan di Tetesan Terakhir: Perjuangan Warga Ambon Mendapatkan Air Bersih

PENDAPAT

“Kami tidak akan berkompromi ketika menyangkut kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya dalam sebuah pernyataan tegas. Langkah ini bukan hanya tentang mengambil kendali, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk mereka.

Ia, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon akan mengambil alih pengelolaan PT Dream Sukses Airindo (DSA). Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat kota Ambon sejauh ini tidak maksimal, sehingga banyak keluhan disampaikan warga, baik melalui media sosial maupun secara langsung dalam program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) yang digelar setiap hari Jumat pukul 08.00-10.00 WIT.

Wattimena juga menekankan bahwa saham yang dimiliki Pemerintah Kota Ambon melalui Perumdam Tirta Yapono di PT DSA adalah 99 persen, sehingga Pemkot memiliki kewenangan penuh untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

“Pemerintah kota akan berupaya untuk mengambil alih PT DSA. 99 persen saham dipegang oleh Perumdam Tirta Yapono, yang merupakan milik Pemerintah Kota Ambon,” ungkapnya. Ia juga menyatakan bahwa perusahaan air tersebut harus memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat, karena jika tidak, hal ini dapat memicu protes dari warga kepada Pemerintah Kota Ambon.

Selain itu, Wattimena menegaskan bahwa PT DSA tidak lagi berkantor di gedung yang saat ini mereka tempati, karena gedung tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Ambon.

Langkah ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Taha Abubakar, anggota DPRD Kota Ambon. “Jika memang aset tidak memberikan kontribusi yang jelas bagi pendapatan daerah, maka sudah sepatutnya Pemkot mengambil langkah tegas.”

“Pelayanan air bersih yang lebih penting. Kami harap Pemkot bisa ambil alih itu agar persoalan air bersih di Ambon tidak lagi menjadi masalah klasik yang kerap dikeluhkan warga,” tandasnya.

Akhir yang Penuh Harapan

Di tengah semua kegamangan dan ketegangan yang telah terbangun, kisah ini mengingatkan kita pada satu hal yang tak pernah boleh luntur: kepercayaan.

Kepercayaan yang dibangun melalui tindakan nyata, bukan janji-janji kosong. Kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan dengan transparansi, akuntabilitas, dan tekad untuk terus berjuang demi kesejahteraan bersama.

Semoga, kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap tantangan, sekecil apapun, bisa menjadi titik balik menuju perubahan yang lebih baik.

Dan untuk Ambon, ini baru awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah, di mana setiap tetes air yang mengalir menjadi lambang dari ketulusan dan semangat tak kenal lelah.(Embong Salampessy)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button