Cerita di Balik Syuting Program Inspirasi Indonesia TVRI Pusat di Desa Paddinging, Kabupaten Takalar
“Saya kenal Pak Rusdin, tapi mungkin Pak Rusdin tidak kenal saya,” selorohnya yang membuat kami sama-sama tertawa.
Ita menyampaikan bahwa mereka datang full team. Selain dirinya sebagai produser, juga ada pengarah teknik, kamerawan, editor, penata cahaya, penulis naskah, reporter, penata suara, unit manajer, dan driver.
Dikemukakan bahwa INSPIRASI INDONESIA punya tema berbeda setiap bulan. Pada bulan Juli nanti, temanya terkait pemberdayaan perempuan dan anak. Sosok Daeng So’na dinilai tepat sebagai inspirasi bagi Indonesia.
Saya ditanya, kenapa bisa sampai ke Desa Paddinging dan berinteraksi dengan Daeng So’na. Saya ceritakan, sejak 1999 mengenak Daeng So’na, ketika Plan Indonesia Program Unit Takalar mengembangkan program Dewan Anak.
Di tahun itu, saya masih di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan. Plan dan LPA bekerja sama mengadakan Pelatihan Hak-Hak Anak, yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kelompok anak, yang disebut Dewan Anak.
Pendamping ini merupakan fasilitator saat pelatihan, terdiri dari Mulyadi Prayitno, Selle KS Dalle, Fadiah Machmud, dan saya. Kami pengurus LPA Sulawesi Selatan, yang saat itu diketuai oleh Prof Mansyur Ramly.
Saya ceritakan, kalau baru pulang dari Takalar Lama untuk bernostalgia melihat lokasi tempat kami mengadakan pertemuan Dewan Anak, di mana Daeng So’na merupakan salah satu pengurusnya. Daeng So’na, kala masih kanak-kanak merupakan Ketua Dewan Anak Desa Paddinging.
Rupanya, cerita saya yang mengungkap pengalaman mengadvokasi hak-hak anak ini menarik. Saya lalu didaulat untuk memberikan testimoni terkait kiprah yang dilakukan Daeng So’na. Begitu kamera kembali on, saya diwawancarai.
Saya paparkan bahwa apa yang kita lihat pada diri Daeng So’na merupakan buah dari kesadaran kritis yang terbentuk sejak Dewan Anak. Di Dewan Anak, Daeng So’na dkk diberi pemahaman bahwa partisipasi itu hak mereka.
Sejatinya, pandangan dan pendapat mereka perlu didengar. Anak-anak harus diberi ruang, akses dan kesempatan untuk berperan serta, termasuk dalam tahapan dan perencanaan pembangunan.
Tentu sesuai usia dan kematangan. Hak partisipasi ini dalam konteks HAM merupakan hak sipil dan politik.
Untuk keperluan proses produksi bukan hanya dilakukan wawancara tapi juga melihat langsung aktivitas Daeng So’na yang membuka Sekolah Puan Tani.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



