Kapolda Tantang IMM Buktikan Peran Pemuda: Cegah Konflik, Bangun SDM hingga UMKM
potretmaluku.id – Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto mendorong Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IMM) Maluku untuk tidak berhenti pada aktivitas organisasi maupun akademik. IMM harus mengambil peran nyata mencegah konflik sekaligus ikut menggarap pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemvmberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Dadang,mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual sekaligus mitra dalam menjaga stabilitas sosial. IMM dinilai dapat ikut membaca potensi kerawanan ditengah masyarakat, sebelum berkembang menjadi konflik.
“Kita perlu melihat berbagai potensi kerawanan di lingkungan kita. Kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk mencegah dan menyelesaikan persoalan tersebut harus kita pikirkan bersama. Dinamika saat ini makin kompleks, perubahan itu bisa terjadi dengan cepat,” ujar Dadang saat menerima audien IMM Maluku.
Tak hanya itu, dia juga meminta generasi muda Maluku menjadikan pengalaman konflik horizontal tahun 1999 sebagai pelajaran, bukan warisan permusihan. Sebab, tidak ada yang menang maupun kalah. Yang ada hanya korban dan penyesalan.
“Banyak saudara kita yang menjadi korban, baik di kalangan muslim maupun non muslim, termasuk aparat TNI dan Polri. Pada akhirnya kita kembali bersatu, tetapi akibat konflik tersebut, kita mengalami kemunduran,” tuturnya.
Dadang menegaskan, stabilitas keamanan merupakan fondasi bagi pendidikan, investasi, pariwisata, hingga pertimbuhan ekonomi. Untuk itu, kebebasan menyampaikan aspirasi harus tetap berjalan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab.
“Kita tunjukkan bahwa orang Maluku mampu menyampaikan pendapat dengan tertib, dewasa, dan bertanggung jawab. Kita harus menjaga agar tidak terjadi perkelahian antarkelompok, antarnegeri, maupu konflik sosial lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP IMM Maluku, Muhammad Saleh Souwakil menegaskan, bakal memperluas peran kaders dari ruang diskusi ke masyarakat. Artinya tidak hanya hadir pada kegiatan diskusi dan akademik saja, namun hadir juga di tengah-tengah masyarakat.
“Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat,” jelas Souwakil.
Menurutnya, IMM juga menyiapkan gagasan desa binaan serta program pendidikan bagi wilayah 3T dengan melibatkan kader yang memiliki latar belakang pendidikan.
“Kami ingin membuat program yang memiliki semangat seperti Polisi Mengajar. Kaders IMM dapat turun ke masyarakat dan mengabdi melalui pendidikan. Akan sangat baik apabila program kami dapat dikolaborasikan dengan Polda Maluku,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



