Cerita di Balik Syuting Program Inspirasi Indonesia TVRI Pusat di Desa Paddinging, Kabupaten Takalar
Ini gerakan literasi bagi anak-anak petani yang dibekali keterampilan menulis agar mereka bisa menyuarakan dan mempromosikan desanya melalui berbagai platform digital.
Syuting yang memperlihatkan Daeng So’na menanam bibit tanaman juga dilakukan. Bagian ini butuh take berulang-ulang. Beberapa kali kami yang menonton proses syuting mesti bergeser, mencari tempat aman agar tidak “tertangkap kamera”.
Akhirnya, dari arah balai-balai yang berada di belakang, dekat rumpun bambu, kami menyaksikan semua keseruan proses syuting.
“Bisa dibayangkan bagaimana repotnya orang bikin sinetron,” kata saya kepada anak-anak yang tadi ikut pengambilan gambar Kelas Menulis Kreatif.
Areal bekas galian tambang pasir yang merusak kawasan persawahan juga disyuting. Selain itu, kru TVRI juga sudah mengagendakan untuk syuting pembuatan pupuk alami, pertemuan ibu-ibu SePAKaT dan aktivitas Daeng So’na yang lain.
Ikbal Dg Situru, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Kabupaten Takalar, juga diwawancarai oleh kru TVRI. Sekdis yang seorang insinyur ini memaparkan peran Takalar sebagai salah satu kabupaten penyangga pangan bagi Kota Makassar, dan Sulawesi Selatan.
Ikbal berkisah, dia tidak asing dengan konsep pertanian alami karena ibunya pada era 70-an, memimpin organisasi wanita tani skala nasional.
Semula, dia mengira apa yang dilakukan Daeng So’na merupakan Kelompok Usaha Tani (KUT). Namun dia kemudian mendapat penjelasan bahwa SePAKaT maupun Sofresh’na bukan KUT tapi sebuah gerakan yang melibatkan perempuan tani agar lebih berdaya dan berdaulat atas pangan.
Bukan saja sebuah konsep pertanian alami yang berkelanjutan tapi juga berkeadilan.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



