Puisi

Berangta Timur

PUISI

Oleh: Ahmad Rezal Alhabsi (Peserta Lomba Cipta Puisi HUT ke-77 Provinsi Maluku)


Timurku aku berada dan aku bercerita
Manisnya senyuman membawaku terhampar pada indahnya pantai di ujung Jazirah Leihitu
Aroma cengkeh dan pala menjadi romansa tak berujung
Membawaku dalam alunan damainya bunyi tahuri
Lalu, kapanku singga bertengok pada gagahnya Salahutu dan Binaiya yg jauh dipandang?
Hatiku mulai alot seperti hangatnya papeda dan ikan kuah kuning kala kumpul basudara

Cintaku berada di tengah Pulau Seram
Melambai jauh pada manisnya kata-kata para kapata
Yang mengguncang seluruh kepala dan hati seperti seteguk sopi dan sageru pada sore itu
Kemudian, aku merenung di jauhnya Pulau Banda yg mengantarku ke selatan laut Arafura
Dan menjadi asing dan kosong di tengah Pulau Pombo

Baca Juga: Di Timur Air Mata

Aku mulai masuk pada lebatnya hutan Manusela dan membuat aksara ku terbatas ketika mengingat puisi – puisi cinta di Tanjung Kiritetu
Seperti hambarnya sagu, aku mulai terdiam ketika teringat nona di pantai jiku marasa, yang membuat hatiku merasa terjiku–jiku
Kemudian Danau Sole di Pulau Gorom mengingatkanku pada dinginya sikap nona ketika awal berjumpa
Indahnya nona bertutur sehalus butiran-butiran pasir di Pantai Ngurbloat

Menjadi rupawan seperti mahina2 matasiri dengan kebaya
Dan berdiri di kokohnya Bukit Hatupiah ketika berucap rasa yg begitu cinta
Biarlah cintaku terombang hingga ke ujung Pulau Tanimbar
Dan menjadi cahaya di antara palita mata rumah parentah
Aku ingin kau menjadi 1 diantara 7 pulau di Negri Pasanea
Dan menjadi awal dari hidup yang sebenarnya
Kemudian melintasi derasnya Sungai Eti, Tala, dan Sapalewa dengan rasa yang lawamena

Baca JugaBerlayar ke Maluku

Pada akhirnya pikiranku terlalu kalesang
Untuk rindu yang tak seperti air meti, melainkan rindu yang pasang
Dan hatiku mulai terseret ombak dari lao ka dara
Yang menjadikan rasa itu akan seperti bintang yg begitu cahaya
Ketika menatap langit yang indah di malam Pulau Molana.

Menjadi rasa yang tersampaikan
Langit-langit di Saparua menjadi cemburu
Atas kisah yang begitu romantis pada senyum nona kala melintasi Lease hingga bagian selatan batas pulau itu
Semoga perasaan ini menjadi restu Upu Lanite dan Upu Ume untuk simbol yg begitu absah
Sebagai tanda kisahku di Maluku yg begitu kukuh seperti parang dan salawaku


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Lihat Juga
Close
Back to top button